Media Kampung – Airlangga Hartarto melaporkan bahwa ekonomi Indonesia tumbuh 5,61 % pada kuartal I 2026, melampaui pertumbuhan rata‑rata negara‑negara G20. Data tersebut diumumkan di hadapan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka di Istana Kepresidenan, Jakarta, pada Senin 20 Oktober 2025.
Pertumbuhan 5,61 % ini dihasilkan dari kinerja yang kuat di sektor konsumsi, investasi, dan perdagangan, serta didukung oleh kebijakan fiskal yang agresif. Menurut Airlangga, angka tersebut berada di atas ekspektasi lembaga internasional yang memperkirakan pertumbuhan sebesar 5,2 %.
Jika dibandingkan dengan negara‑negara G20, Indonesia menempati posisi teratas, mengungguli China, Singapura, Korea Selatan, Arab Saudi, bahkan Amerika Serikat dalam hal persentase pertumbuhan kuartalan. Airlangga menegaskan bahwa pencapaian ini mencerminkan daya tahan ekonomi nasional dalam menghadapi tantangan global.
Konsumsi rumah tangga menunjukkan pertumbuhan positif 5,52 %, sementara konsumsi pemerintah melonjak 21,81 % menjadi Rp 815 triliun, mencerminkan peningkatan belanja publik yang signifikan. Peningkatan belanja ini berkontribusi pada permintaan domestik yang kuat, memperkuat fondasi pertumbuhan jangka pendek.
Ekspor dan impor pada kuartal I 2026 juga mencatat tren positif, didukung oleh performa baik di sektor industri, perdagangan, administrasi pemerintahan, jasa, transportasi, pergudangan, pertanian, dan konstruksi. Airlangga menambahkan bahwa semua sektor tersebut menunjukkan stabilitas dan ekspansi yang konsisten.
Inflasi pada April berhasil ditekan menjadi 2,42 %, turun tajam dari 3,48 % pada Maret, sementara indeks keyakinan konsumen naik menjadi 122,9. Neraca perdagangan pada Februari mencatat surplus ke‑70‑nya berturut‑turut dengan nilai USD 1,27 miliar, menegaskan posisi perdagangan yang sehat.
Realisasi investasi pada kuartal I 2026 naik 7 % menjadi Rp 498,8 triliun, dan kredit bank pada Maret 2026 tumbuh 9,49 % menjadi Rp 8,659 triliun. Airlangga juga mengungkapkan bahwa pemerintah tengah berkoordinasi dengan Bank Indonesia dan Kementerian Keuangan untuk mengatasi tekanan capital outflow yang menjadi perhatian utama Presiden.
“Tadi rapat dengan Bapak Presiden dan dilaporkan kepada Bapak Presiden kondisi perekonomian saat ini yang dari hasil tadi pengumuman BPS di kuartal pertama baik, kita pertumbuhannya di 5,61 persen,” kata Airlangga Hartarto saat konferensi pers di Istana Negara, Jakarta, Selasa 5 Mei.
Dengan data terbaru ini, pemerintah menegaskan komitmen untuk mempertahankan momentum pertumbuhan, menjaga stabilitas harga, dan memperkuat fondasi fiskal demi meningkatkan kesejahteraan rakyat dalam jangka panjang.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.







Tinggalkan Balasan