Media KampungKFC Indonesia (PT Fast Food Indonesia Tbk) melaporkan kinerja keuangan tahun 2025 dengan penurunan kerugian meski nilai sahamnya melemah, serta mengumumkan rencana penutupan 25 gerai dalam kurun waktu satu tahun.

Per 31 Desember 2025, total aset perusahaan mencapai Rp4,9 triliun, naik signifikan dari Rp3,5 triliun tahun sebelumnya, sementara total liabilitas tercatat Rp4,5 triliun, menunjukkan peningkatan struktur permodalan.

Ekuitas bersih perusahaan tercatat Rp435 miliar, meningkat dari Rp127 miliar pada tahun 2024, menandakan perbaikan modal setelah periode defisit yang panjang.

Pendapatan tahun 2025 mencapai Rp4,88 triliun, hampir seimbang dengan tahun sebelumnya, namun biaya pokok penjualan berhasil ditekan menjadi Rp1,99 triliun dibandingkan Rp2,03 triliun pada 2024.

Meski efisiensi COGS tercapai, beban penjualan, distribusi, serta beban umum dan administrasi tetap tinggi, menyebabkan kerugian usaha sebesar Rp312 miliar, lebih baik dari kerugian Rp789 miliar pada tahun 2024.

Pada perdagangan Jumat, 17 April 2026, saham FAST ditutup pada Rp346, menurun 2,26 persen atau turun delapan poin, mencerminkan sentimen pasar yang masih hati-hati terhadap prospek jangka pendek.

Rencana penutupan 25 gerai diprediksi akan mengurangi beban operasional dan meningkatkan profitabilitas, namun juga dapat menurunkan pangsa pasar KFC di wilayah yang terkena dampak.

Dalam persaingan dengan Chick‑Fil‑A dan Popeyes, KFC tetap bersaing dalam segmen boneless fried chicken, meskipun survei konsumen menunjukkan preferensi yang beragam di antara ketiga merek.

Di kota Tamworth, Australia, KFC berencana memperpanjang jam operasional malam untuk menarik konsumen yang lebih suka makan larut, sebagai upaya meningkatkan penjualan di pasar lokal.

Direktur Utama FAST, Rudi Hartono, menyatakan, “Kami optimis bahwa restrukturisasi jaringan dan kontrol biaya akan mengembalikan profitabilitas dalam dua tahun ke depan.”

Pasar makanan cepat saji di Indonesia terus tumbuh, didorong oleh urbanisasi, peningkatan daya beli, dan tren konsumsi luar rumah, memberikan peluang bagi KFC untuk memulihkan pertumbuhan.

Kondisi terbaru menunjukkan bahwa meskipun kerugian masih ada, perbaikan struktural dan strategi penutupan gerai memberi harapan bagi pemulihan keuangan dan stabilitas harga saham di masa mendatang.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.