Media Kampung – 15 April 2026 | Harga produk berbahan plastik di pasar Tanjung, Jember, mengalami lonjakan signifikan setelah konflik militer di Timur Tengah mengganggu pasokan minyak mentah dunia, yang menjadi bahan baku utama industri plastik.

Pengamat pasar, David Susanto, pemilik Toko Mitra Plastik, melaporkan bahwa hampir semua jenis barang plastik—gelas sekali pakai, kantong belanja, botol, dan wadah mika—telah mengalami penyesuaian harga, menegaskan bahwa kenaikan tersebut bersifat merata.

Tren kenaikan harga ini pertama kali muncul pada awal Maret 2024, namun beban ekonomi baru terasa secara tajam setelah masa libur Lebaran berakhir, ketika konsumen kembali beraktivitas dan permintaan meningkat.

David menjelaskan bahwa penyebab utama gangguan pasokan adalah penutupan akses di Selat Hormuz, jalur strategis bagi transportasi minyak dunia; konflik di kawasan tersebut membatasi aliran minyak, sehingga harga bahan baku naik.

Karena minyak bumi merupakan sumber utama untuk produksi polimer, termasuk styrofoam dan plastik lainnya, kelangkaan minyak secara langsung mendorong biaya produksi naik, yang kemudian diteruskan kepada pedagang dan konsumen di Indonesia.

Para pembeli di Pasar Tanjung melaporkan penurunan daya beli, dengan sebagian besar memilih alternatif non‑plastik atau menunda pembelian barang sekali pakai, meski pilihan tersebut belum sepenuhnya tersedia di pasar tradisional.

Pihak pengelola pasar menyatakan bahwa mereka terus memantau situasi dan berkoordinasi dengan dinas perdagangan setempat, namun hingga kini belum ada kebijakan harga khusus yang dapat menahan kenaikan.

Hingga Minggu, 12 April 2024, harga plastik di Jember tetap berada pada level tertinggi dalam enam bulan terakhir, dan para pedagang memperkirakan tekanan harga akan berlanjut selama konflik di Timur Tengah belum terselesaikan.

Para pelaku usaha berharap bahwa stabilisasi geopolitik di wilayah tersebut akan menurunkan biaya minyak, sehingga rantai pasok plastik dapat kembali normal dan konsumen tidak lagi terbebani oleh lonjakan harga yang signifikan.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.