Media Kampung – 11 April 2026 | Donggi Senoro mengumumkan komitmen untuk mulai memasok LNG ke pasar domestik pada tahun 2028, sejalan dengan arahan pemerintah meningkatkan kemandirian energi.
Proyek LNG Donggi Senoro, yang berlokasi di wilayah Banyuwangi, diperkirakan akan mencapai kapasitas produksi 5,5 juta ton per tahun setelah fase kedua selesai.
Pemerintah Indonesia menargetkan peningkatan pasokan gas cair domestik sebesar 3 juta ton pada 2028, guna menggantikan ketergantungan pada impor.
Dengan menambah volume LNG domestik, diharapkan harga energi listrik dapat ditekan, terutama bagi industri manufaktur dan rumah tangga di wilayah Jawa Timur.
Direktur Operasi Donggi Senoro, Budi Santoso, menyatakan bahwa perusahaan siap mengoptimalkan infrastruktur penunjang, termasuk terminal penerimaan dan fasilitas penyimpanan.
Ia menambahkan bahwa proses perizinan telah selesai, dan kontrak jual beli dengan utilitas regional sudah ditandatangani.
Investasi tambahan senilai US$1,2 miliar akan dialokasikan untuk pembangunan jaringan pipa distribusi yang menghubungkan fasilitas produksi ke titik konsumsi utama.
Analisis Kementerian Energi menunjukkan bahwa kebutuhan LNG domestik akan tumbuh rata-rata 6 persen per tahun hingga 2035, didorong oleh ekspansi pembangkit listrik berbasis gas.
Kedatangan pasokan Donggi Senoro diharapkan dapat mengisi kesenjangan antara produksi dan permintaan, terutama pada musim padat energi.
Pemerintah menegaskan bahwa kebijakan ini sejalan dengan Rencana Umum Energi Nasional (RUEN) yang menargetkan 23 persen bauran energi terbarukan pada 2025.
Namun, pengembangan LNG tetap menghadapi tantangan teknis, termasuk pengelolaan fluktuasi harga dunia dan kebutuhan investasi jangka panjang.
Lembaga keuangan domestik telah memberikan dukungan kredit sebesar Rp12 triliun untuk mempercepat realisasi proyek tersebut.
Para ahli energi menilai bahwa kehadiran Donggi Senoro akan meningkatkan kompetisi pasar, yang dapat mendorong inovasi dan efisiensi operasional.
Konsumen akhir, terutama perusahaan listrik daerah, menantikan pasokan yang lebih stabil dan harga yang lebih kompetitif.
Secara keseluruhan, langkah Donggi Senoro menjadi bagian penting dalam upaya pemerintah mengurangi impor energi dan memperkuat ketahanan energi nasional.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.







Tinggalkan Balasan