Media Kampung – 04 April 2026 | Harga emas Antam 1 gram turun sebesar Rp65.000 menjadi Rp2,5 juta pada Jumat, 3 April 2026.
Penurunan tersebut menandai penurunan tercepat dalam minggu terakhir setelah harga sebelumnya berkisar antara Rp2,8 hingga Rp2,9 juta per gram.
Data harga diperoleh dari situs resmi Logam Mulia Antam yang mempublikasikan harga terkini setiap pagi.
Pada hari yang sama, harga emas Antam 0,5 gram tercatat Rp1,250.000, sementara ukuran 2 gram berada di Rp5,000.000.
Penurunan harga ini terjadi bersamaan dengan pelemahan nilai tukar Rupiah terhadap dolar AS pada sesi perdagangan Asia.
Kurs dolar yang menguat menekan harga komoditas berbasis mata uang lokal, termasuk logam mulia.
Analis pasar menilai bahwa penurunan harga emas Antam mencerminkan koreksi alami setelah kenaikan tajam pada akhir Maret.
Mereka menambahkan bahwa permintaan ritel tetap stabil, namun penjual institusional menurunkan eksposur mereka.
Pada hari Jumat, harga emas dunia tercatat sekitar US$1.945 per ounce, turun tipis dibandingkan minggu sebelumnya.
Penurunan kecil pada harga internasional turut memperkuat tekanan turun pada harga emas lokal.
Pada Sabtu, 4 April 2026, harga emas Antam kembali menguat menjadi Rp2,857.000 per gram, menurut pembaruan situs resmi.
Kenaikan ini menandai pemulihan sekitar 14 persen dari harga terendah yang tercatat pada hari Jumat.
Ukuran 0,5 gram pada Sabtu diperdagangkan pada Rp1.478.500, sementara 10 gram mencapai Rp28.065.000.
Harga emas 1 kilogram (1.000 gram) tetap pada level Rp2.797.600.000, tidak berubah sejak minggu sebelumnya.
Buyback price atau harga beli kembali tetap berada di Rp2.577.000 per gram, tidak mengalami perubahan selama dua hari berturut‑turut.
Buyback merupakan mekanisme di mana Antam membeli kembali emas milik nasabah dengan harga yang telah ditetapkan.
Transaksi buyback dengan nilai di atas Rp10.000.000 dikenai pajak penghasilan Pasal 22 sebesar 1,5 persen, dipotong otomatis.
Kebijakan pajak ini diatur dalam Peraturan Menteri Keuangan Nomor 81 Tahun 2024.
Investor ritel disarankan memperhatikan besaran pajak sebelum melakukan penjualan emas dalam jumlah besar.
Secara historis, harga emas Antam cenderung mengikuti tren harga emas dunia dengan penyesuaian kurs.
Namun, faktor domestik seperti inflasi, suku bunga Bank Indonesia, dan kebijakan fiskal dapat memicu pergerakan lebih signifikan.
Saat ini, inflasi Indonesia diproyeksikan berada pada kisaran 3,8 persen per tahun, menurunkan daya beli konsumen.
Suku bunga acuan Bank Indonesia tetap pada 5,75 persen, memberi tekanan pada permintaan logam mulia sebagai safe‑haven.
Para analis menilai bahwa dalam jangka menengah, harga emas Antam kemungkinan akan tetap di kisaran Rp2,8 hingga Rp3,0 juta per gram.
Kecenderungan ini didukung oleh ekspektasi kenaikan harga emas dunia jika ketegangan geopolitik terus berlanjut.
Di sisi lain, stabilisasi nilai tukar rupiah dapat menahan penurunan lebih lanjut pada harga emas lokal.
Investor yang mempertimbangkan pembelian emas Antam disarankan mengevaluasi tujuan investasi, horizon waktu, serta risiko kurs.
Bagi yang ingin menjual, memperhatikan jadwal buyback harian dapat membantu memperoleh harga optimal.
Secara keseluruhan, fluktuasi harga emas Antam pada awal April mencerminkan dinamika pasar global dan faktor domestik yang saling memengaruhi.
Kondisi pasar diharapkan tetap likuid, dengan peluang bagi investor untuk mengoptimalkan posisi mereka baik melalui pembelian maupun penjualan.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.


Tinggalkan Balasan