Media Kampung, Pekanbaru – Kota Pekanbaru, Riau, saat ini diselimuti kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Kondisi ini berdampak signifikan terhadap jarak pandang warga, terutama para pengendara di jalan raya, yang menjadi terbatas. Asap pekat menutupi sejumlah kawasan, mengakibatkan suasana kota tampak berkabut.
Seorang warga bernama Tungkir menyatakan bahwa ia merasakan dampak langsung dari kabut asap saat berangkat ke kantor. “Seperti biasa pergi ke kantor, melihat kondisi asap sudah sangat pekat, membuat jarak pandang terbatas, mata sudah pedih dibuatnya,” ujarnya.
Tungkir juga sempat mendokumentasikan kondisi Pekanbaru dari udara menggunakan drone. Hasil pantauan tersebut menunjukkan bahwa kabut asap menyelimuti hampir seluruh kawasan kota. “Pemandangan dari udara memperlihatkan Kota Pekanbaru seperti tertutup lapisan asap. Gedung-gedung dan kawasan permukiman terlihat samar akibat pekatnya kabut yang menggantung di udara,” tambahnya.
Kondisi kabut asap semakin parah pada Minggu (1110) pagi. Selain membatasi jarak pandang, kabut asap juga membuat udara terasa tidak nyaman untuk dihirup dan menyebabkan mata perih. Tungkir berharap pemerintah segera mengambil langkah untuk mengatasi kondisi tersebut, karena kabut asap telah berlangsung selama lebih dari satu bulan. “Kalau kondisi seperti ini terus, bagaimana kita mau hidup sehat, pemerintah jangan hanya diam, ini sudah hampir satu bulan lebih kondisi seperti ini,” pungkasnya.
Sebelumnya, dilaporkan bahwa sejumlah pesawat gagal mendarat akibat jarak pandang yang terbatas pada Rabu (710) pagi. Executive General Manager Bandara Internasional Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru, Achmad, menjelaskan bahwa salah satu pesawat Lion Air dengan nomor penerbangan JT 292 rute Jakarta-Pekanbaru melakukan return to base (RTB) karena kondisi cuaca yang buruk. “JT 292 rute CGK-PKU mengalami RTB ke Bandara Soekarno-Hatta karena kondisi cuaca di Bandara Internasional Sultan Syarif Kasim II, khususnya jarak pandang yang berada pada angka 600 meter,” kata Achmad. Selain itu, pesawat Citilink dari Jakarta tujuan Pekanbaru juga batal mendarat dan mengalihkan penerbangannya ke Kota Batam.














