Media Kampung – 10 April 2026 | Pemkot Semarang mengumumkan kesiapan pasokan air bersih sebanyak satu juta liter untuk mengantisipasi dampak kekeringan akibat fenomena El Nino.

Langkah ini diambil menjelang prediksi cuaca ekstrem yang diperkirakan berlangsung hingga tahun 2026.

Wali Kota Gibran Rakabuming Raka menegaskan prioritas pemerintah kota untuk melindungi kebutuhan dasar warga terutama di daerah rawan kekeringan.

Penyiapan air bersih melibatkan kerja sama antara PDAM Semarang, Badan Penanggulangan Bencana Daerah, serta lembaga sosial lokal.

PDAM mengalokasikan tangki mobilitas dan instalasi penyaringan tambahan untuk memastikan kualitas air tetap terjaga.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah akan menyalurkan air ke posko-posko bantuan yang tersebar di wilayah perkotaan dan pinggiran.

Total volume satu juta liter diperkirakan cukup untuk memenuhi kebutuhan dasar sekitar 10 ribu rumah tangga selama satu minggu.

Pengukuran kebutuhan didasarkan pada rata-rata konsumsi per kapita sebesar 150 liter per hari per keluarga.

Pemerintah kota juga mengaktifkan program subsidi air bagi keluarga berpenghasilan rendah yang terancam tidak dapat mengakses pasokan.

“Kami ingin memastikan tidak ada warga yang kehabisan air saat kondisi kering melanda,” ujar Sekretaris Daerah, Rani Puspitasari dalam konferensi pers.

Ia menambahkan bahwa distribusi air akan dilakukan secara transparan dengan pencatatan digital untuk menghindari penyalahgunaan.

Data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menunjukkan indeks suhu permukaan laut di Samudra Pasifik meningkat, menandakan kemungkinan terjadinya El Nino kuat.

Peningkatan suhu ini diproyeksikan menurunkan curah hujan di wilayah Jawa Tengah sebesar 30% dibandingkan rata-rata musiman.

Akibat penurunan curah hujan, sumur bor dan sumber air tanah diperkirakan akan mengalami penurunan level air secara signifikan.

Pemerintah provinsi Jawa Tengah telah mengeluarkan peringatan dini kepada seluruh kabupaten dan kota untuk mempersiapkan sumber daya air cadangan.

Semarang sebagai kota terbesar di provinsi ini menjadi prioritas utama karena kepadatan penduduk dan konsentrasi industri.

Selain pasokan air bersih, Pemkot Semarang juga memperkuat jaringan irigasi pertanian di pinggiran kota untuk menjaga produksi pangan.

Langkah-langkah mitigasi tersebut diharapkan dapat mengurangi beban sosial ekonomi yang biasanya muncul saat kekeringan berkepanjangan.

Pengawasan pelaksanaan program akan diawasi oleh Tim Koordinasi Penanganan Bencana Daerah yang melaporkan progres setiap minggu.

Wali Kota menutup pernyataan dengan menekankan pentingnya peran serta masyarakat dalam menghemat air dan melaporkan kebutuhan mendesak.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.