Media Kampung – 11 April 2026 | AlloBank Festival 2026 akan digelar pada akhir pekan pertama bulan Mei di Trans Studio Cibubur, menandai kelanjutan acara tahunan yang pertama kali diperkenalkan pada Road to AlloBank Festival 2023. Penyelenggara menargetkan lebih dari 20.000 pengunjung dengan program yang menggabungkan inovasi layanan keuangan digital dan pertunjukan budaya lokal.
Acara 2023 berhasil menarik ribuan peserta melalui serangkaian kompetisi musik, pameran seni, serta demo produk perbankan, menjadikannya panggung perkenalan bagi generasi muda. Keberhasilan tersebut menjadi acuan utama penyusunan agenda 2026 yang kini mencakup lebih banyak zona interaktif dan arena edukasi.
Penyelenggara berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk menyelaraskan jadwal festival dengan perayaan Lebaran Betawi 2026 yang berlangsung pada 11‑12 April di Lapangan Banteng. Kedua peristiwa dijadwalkan berdekatan sehingga dapat saling melengkapi dan memperkuat daya tarik wisata budaya pada akhir pekan yang sama.
Lebaran Betawi 2026 menampilkan kuliner tradisional seperti soto Betawi, kerak telor, taoge goreng, dan dodol dengan harga terjangkau mulai Rp10.000, serta hiburan lenong, gambang kromong, dan penampilan bintang tamu Bang Mandra. Pemerintah setempat menekankan pentingnya acara sebagai ajang halal‑bihalal dan konsolidasi sosial masyarakat Betawi.
Ali Maulana Hakim, Asisten Kesejahteraan Rakyat Sekda DKI Jakarta, menegaskan bahwa meskipun ada penyesuaian anggaran, Lebaran Betawi dan AlloBank Festival tetap akan diselenggarakan secara khidmat tanpa mengurangi substansi. “Kita tetap mengedepankan semangat silaturahmi dan inovasi, karena keduanya merupakan pilar utama dalam memperkokoh persatuan,” ujar Hakim dalam konferensi pers.
AlloBank Festival 2026 menambahkan rangkaian workshop fintech, pitch kompetisi startup, serta pameran layanan perbankan digital yang ditujukan kepada pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Sesi edukasi dirancang interaktif, melibatkan pakar keuangan, regulator, dan praktisi teknologi untuk memberikan wawasan praktis tentang inklusi keuangan.
Pengunjung akan menikmati zona seni dengan instalasi karya seniman lokal, panggung musik yang menampilkan band indie serta DJ, serta area kuliner yang mengusung tema “Rasa dan Teknologi”. Semua tiket masuk gratis, namun peserta dapat membeli voucher makanan dan merchandise resmi festival di beberapa kios yang telah disiapkan.
Analisis awal menyebutkan bahwa kombinasi antara festival fintech dan perayaan tradisional diperkirakan akan meningkatkan pendapatan UMKM sekitar 15‑20 persen selama periode acara. Pemerintah berharap inisiatif ini dapat menegaskan kembali posisi Jakarta sebagai kota global yang tetap berakar pada kearifan lokal.
Dengan agenda yang padat, dukungan pemerintah, serta partisipasi aktif dari komunitas bisnis dan budaya, AlloBank Festival 2026 diproyeksikan menjadi momentum penting bagi pertumbuhan ekonomi kreatif dan digital di ibu kota. Semua elemen diharapkan berkolaborasi untuk menyukseskan acara yang sekaligus memperkuat identitas kota dalam kancah internasional.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.







Tinggalkan Balasan