Media Kampung – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami penurunan signifikan, merosot 678,67 poin atau 11,57 persen, ditutup pada level 5.185,11 pada akhir perdagangan Jumat, 16 Oktober 2026. Penurunan ini terjadi setelah MSCI mengusulkan Indonesia untuk turun dari kategori Emerging Market menjadi Standalone Market.
Pasar saham kini sedang mencermati respons dari usulan MSCI tersebut. Menurut analis dari MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana, IHSG diperkirakan masih akan rawan koreksi pada perdagangan yang akan datang. “Untuk Senin, kami perkirakan IHSG masih rawan koreksi dengan support di level 5.092 dan resist di level 5.295. Hal ini dipengaruhi oleh respons yang akan muncul setelah proposal MSCI,” ujarnya pada hari Minggu, 18 Oktober.
Di sisi lain, posisi rupiah yang tertekan terhadap USD juga menjadi faktor yang dipertimbangkan oleh pelaku pasar. Pasar juga akan memperhatikan perkembangan PDB China, yang jika menguat dapat memberikan dampak positif bagi komoditas Indonesia.
Hendra Wardana, analis dari Republik Investor, menambahkan bahwa tekanan yang dihadapi pasar saham Indonesia saat ini lebih serius dibandingkan dengan koreksi teknikal biasa. Usulan MSCI tersebut telah menimbulkan kekhawatiran terkait kredibilitas dan tata kelola pasar modal nasional. “Kondisi ini mencerminkan krisis kepercayaan yang tidak bisa diselesaikan hanya dengan pemulihan harga saham. Investor kini tidak hanya melihat valuasi saham, tetapi juga risiko berinvestasi di Indonesia,” jelasnya.
Meskipun usulan MSCI belum merupakan keputusan final, pemerintah dan otoritas pasar modal masih memiliki kesempatan untuk membuktikan adanya pembenahan melalui peningkatan transparansi dan tata kelola yang lebih baik. “Pasar membutuhkan bukti implementasi yang konsisten, bukan hanya pengumuman kebijakan. Konsistensi kebijakan fiskal juga penting untuk diperhatikan,” tambahnya.
Wardana memperkirakan bahwa IHSG masih berisiko melanjutkan pelemahan jika tidak ada sentimen positif yang kuat. “Level psikologis 5.000 menjadi support penting yang perlu dicermati. Jika level tersebut ditembus, IHSG berpotensi melanjutkan koreksi menuju 4.880. Sebaliknya, jika langkah pembenahan yang kredibel ditunjukkan oleh pemerintah, maka tekanan jual dapat mulai mereda,” pungkasnya.













