Media Kampung – Pembukaan Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) ke-13 di JCC, Jakarta, pada Rabu (14/10/2026) menandai pencapaian penting bagi ekonomi syariah di Indonesia. Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI), Solikin M. Juhro, mengungkapkan bahwa capaian bisnis matching dalam festival ini mencapai Rp 3,2 triliun hingga Minggu (18/10).
Capaian tersebut merupakan hasil dari penyelenggaraan ISEF yang berlangsung selama lima hari, dengan nilai transaksi mencapai Rp 13,8 miliar dan jumlah pengunjung sekitar 93 ribu orang hingga Sabtu malam. Solikin menekankan bahwa pencapaian ini menunjukkan tren positif dalam pembiayaan dan perdagangan syariah.
“Capaian bisnis matching atau bisnis deal sebesar 3,2 triliun rupiah ini menunjukkan peningkatan yang sangat signifikan dalam pembiayaan dan perdagangan syariah,” kata Solikin di JCC Senayan, Minggu (18/10).
Meski demikian, ia menekankan bahwa keberhasilan ISEF tidak hanya diukur dari nilai transaksi dan kesepakatan bisnis, tetapi juga dari manfaat nyata yang diberikan kepada perekonomian dan kesejahteraan masyarakat. Menurut Solikin, pengembangan ekonomi dan keuangan syariah perlu difokuskan pada perluasan kesempatan bagi masyarakat untuk berpartisipasi dalam pertumbuhan ekonomi.
“Pembiayaan syariah harus terhubung dengan aktivitas produktif agar pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dapat berkembang, menciptakan lapangan kerja, serta memperkuat rantai nilai halal,” tambahnya.
Solikin juga menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, otoritas keuangan, industri, dunia usaha, pesantren, akademisi, dan masyarakat untuk mengembangkan ekonomi syariah. Ia menyatakan bahwa tidak ada satu institusi pun yang dapat bekerja sendiri untuk mencapai pengembangan ekonomi dan keuangan syariah yang berkelanjutan.
ISEF ke-13 tahun 2026 mengusung semangat akselerasi pertumbuhan ekonomi dan keuangan syariah melalui sinergi dan transformasi digital, dengan berbagai kegiatan yang mencakup penguatan ekosistem halal, modest fashion, industri halal, pariwisata ramah muslim, pemberdayaan komunitas perempuan, serta perluasan akses pembiayaan dan perdagangan.













