Media Kampung – Kementerian UMKM memberikan pendampingan kepada pelaku UMKM yang terdampak bencana di Sumatera. Sebanyak 908 Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dari Sumatera Barat dan Sumatera Utara menerima bantuan ini. Program yang dilaksanakan mencakup peningkatan kapasitas produksi, perluasan akses pasar, serta kemudahan akses pembiayaan.
Rincian Program di Sumatera
Deputi Bidang Kewirausahaan Kementerian UMKM, Riza Damanik, menjelaskan bahwa dari 908 pelaku usaha tersebut, 638 berasal dari Sumatera Barat dan 270 dari Sumatera Utara. Program ini bertujuan untuk memulihkan kegiatan bisnis serta memperkuat ketahanan usaha setelah bencana.
Riza menambahkan, “Pemulihan UMKM terdampak bencana di Sumatera kami lakukan secara terintegrasi melalui penguatan kapasitas produksi, perluasan akses pasar, dan kemudahan akses pembiayaan,” ujarnya dalam keterangan pada Sabtu, 17 Oktober 2026.
Program di Sumatera Barat
Di Sumatera Barat, program pemulihan terpusat di Bukittinggi pada 15 Oktober 2026 yang melibatkan 638 UMKM. Rincian peserta dari Sumatera Barat meliputi:
- 219 UMKM mengikuti program akses pembiayaan
- 255 UMKM mengikuti peningkatan kapasitas wirausaha
- 164 UMKM mengikuti penguatan akses pasar
Peserta dari Sumatera Barat berasal dari beberapa daerah, seperti Kabupaten Agam dengan 304 UMKM, Pasaman 124 UMKM, Pasaman Barat 123 UMKM, dan Lima Puluh Kota 87 UMKM. Melalui program ini, pelaku usaha juga dibekali pelatihan kewirausahaan, strategi adaptasi dan digitalisasi, serta optimalisasi transaksi Katalog Elektronik.
Program di Sumatera Utara
Sementara itu, program pemulihan di Sumatera Utara diadakan pada 16 Oktober 2026 dengan melibatkan 270 UMKM. Rinciannya terdiri dari:
- 86 UMKM dari Kota Padangsidimpuan
- 84 UMKM dari Kabupaten Mandailing Natal
- 100 UMKM dari Kabupaten Tapanuli Selatan
Komitmen Kementerian UMKM
Untuk menjaga keberlanjutan pendampingan, Kementerian UMKM mengoptimalkan layanan SAPA UMKM sebagai pusat informasi dan fasilitasi pengembangan bisnis bagi para wirausaha. Riza menegaskan, “Program pemulihan ini diharapkan menjadi momentum untuk meningkatkan daya saing UMKM sekaligus membangun ketahanan usaha. Kami mengoptimalkan layanan SAPA UMKM sebagai pintu akses utama bagi wirausaha.”
Dengan pendampingan yang terpadu ini, Kementerian UMKM menargetkan agar para pelaku usaha dapat segera kembali memicu produksi, memperluas jaringan pemasaran, serta mengakses pembiayaan formal guna menopang perekonomian daerah.













