Media Kampung – PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mengumumkan bahwa hingga 16 Oktober 2026, terdapat sembilan perusahaan yang sedang antre untuk melakukan penawaran umum perdana saham atau Initial Public Offering (IPO). Data tersebut dirilis pada Sabtu, dan menunjukkan bahwa antrean IPO ini didominasi oleh sektor kesehatan.

Rincian Perusahaan yang Mengantre

Dari sembilan perusahaan yang mengantre, tiga di antaranya memiliki aset skala besar di atas Rp 250 miliar, sementara empat perusahaan lainnya termasuk dalam kategori skala menengah dengan aset antara Rp 50 miliar hingga Rp 250 miliar. Dua perusahaan sisanya adalah skala kecil dengan aset di bawah Rp 50 miliar.

Sektor Usaha Terdominasi Kesehatan

Dalam hal sektor usaha, empat dari sembilan perusahaan tersebut berasal dari sektor kesehatan. Selain itu, terdapat dua perusahaan dari sektor energi, satu perusahaan dari sektor industri, satu perusahaan dari sektor finansial, dan satu perusahaan lainnya dari sektor bahan dasar.

Aktivitas IPO di 2026

Sepanjang tahun 2026, BEI mencatat bahwa tujuh perusahaan telah berhasil melakukan IPO dengan total dana yang dihimpun mencapai Rp 2,16 triliun. Selain itu, BEI juga melaporkan bahwa hingga 16 Oktober 2026, terdapat 24 emisi obligasi dari 16 penerbit EBUS yang juga dalam antrean.

Rincian Emisi Obligasi

Dari 16 perusahaan tersebut, empat berasal dari sektor energi, empat dari sektor infrastruktur, tiga dari sektor bahan dasar, tiga di sektor finansial, serta satu dari sektor industri dan satu lagi dari sektor properti dan real estat. Secara keseluruhan, selama tahun 2026, telah diterbitkan 145 emisi dari 65 penerbit EBUS dengan total dana yang dihimpun sebesar Rp 146,09 triliun.

Aksi Korporasi Lainnya

Di samping itu, terdapat 16 perusahaan yang telah melakukan aksi korporasi atau menerbitkan right issue dengan total nilai mencapai Rp 37,35 triliun. Hingga saat ini, masih ada satu perusahaan yang tercatat dalam pipeline right issue BEI dari sektor properti dan real estate.