Media Kampung – Manchester City masih menjadi pusat perhatian publik terkait kasus dugaan pelanggaran regulasi finansial Premier League. Setelah komisi independen menyatakan klub ini bersalah atas sebagian besar tuduhan, fokus kini bergeser pada besarnya gaji pemain dalam skuad mereka yang diperkirakan mencapai ratusan miliar rupiah per tahun.

Menurut data estimasi dari Capology, beban gaji tetap yang harus ditanggung Manchester City mencapai sekitar 233,2 juta pound sterling atau setara dengan Rp 4,78 triliun per tahun, belum termasuk bonus performa dan kompensasi lain. Ini menunjukkan skala pengeluaran klub dalam mempertahankan dominasi di level tertinggi sepak bola dunia.

Daftar Gaji Pemain Utama Manchester City

Pemain dengan bayaran tertinggi adalah striker andalan, Erling Haaland, yang menerima gaji pokok sekitar 525.000 pound sterling per minggu, atau sekitar Rp 10,76 miliar. Secara keseluruhan dalam satu musim, pendapatan Haaland diperkirakan mencapai 27,3 juta pound sterling (sekitar Rp 559,65 miliar) sebelum bonus.

Berikut adalah estimasi gaji tahunan sejumlah pemain utama Manchester City:

  • Erling Haaland: £27,3 juta (± Rp 559,65 miliar)
  • Enzo Fernandez: £18,2 juta (± Rp 373,10 miliar)
  • Phil Foden: £14,5 juta (± Rp 297,25 miliar)
  • Jeremy Doku: £14,5 juta (± Rp 297,25 miliar)
  • Gianluigi Donnarumma: £14,3 juta (± Rp 293,15 miliar)
  • Marc Guehi: £14 juta (± Rp 287,00 miliar)
  • Josko Gvardiol: £13,5 juta (± Rp 276,75 miliar)
  • Ruben Dias: £13,5 juta (± Rp 276,75 miliar)

Konteks dan Dampak Kasus Finansial

Angka-angka besar ini menjadi sorotan penting di tengah penyelidikan finansial yang sedang berlangsung di sepak bola Inggris. Meski angka gaji tersebut merupakan estimasi dari Capology dan belum resmi dirilis oleh Manchester City, hal ini memberikan gambaran jelas tentang beban finansial klub yang sedang dalam pengawasan ketat.

Chairman Manchester City, Khaldoon Al Mubarak, tetap mempertahankan posisi klub dan tengah mengajukan banding atas keputusan komisi independen. Sampai saat ini, belum ada sanksi publik final yang dijatuhkan, namun seluruh aktivitas finansial klub, termasuk transfer dan pembayaran gaji, berada di bawah pengawasan ketat selama proses hukum berjalan.

Situasi ini menambah ketegangan di ranah sepak bola Inggris, karena kasus pelanggaran finansial dapat memengaruhi reputasi dan stabilitas klub-klub besar. Pengawasan yang ketat diharapkan dapat memastikan kepatuhan terhadap regulasi dan menjaga integritas kompetisi.