Media Kampung – 10 April 2026 | Adaro Indonesia resmi mendapatkan sertifikasi PROPER Emas 2025 dari Kementerian Lingkungan Hidup, menandai pencapaian tertinggi dalam penilaian kinerja lingkungan perusahaan.
Sertifikasi ini diberikan setelah evaluasi menyeluruh terhadap kebijakan, program, dan pencapaian Adaro dalam mengelola dampak lingkungan operasional pertambangan batu bara.
PROPER (Program Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan) menilai perusahaan berdasarkan enam aspek utama, termasuk pengelolaan limbah, emisi, konservasi sumber daya, serta pelibatan masyarakat.
Dalam penilaian tahun ini, Adaro dinilai unggul pada tiga aspek kritis: pengurangan emisi karbon, pengelolaan air, dan rehabilitasi lahan pasca‑tambang.
Upaya pengurangan emisi meliputi penerapan teknologi pembakaran bersih di unit pembangkit listrik tenaga batu bara milik anak perusahaan, serta investasi dalam proyek energi terbarukan.
Pada bidang pengelolaan air, perusahaan mengoperasikan sistem daur ulang air proses yang mampu mengembalikan hingga 85 persen air yang digunakan ke lingkungan sekitar.
Rehabilitasi lahan dilakukan melalui program penanaman kembali 10 juta pohon dalam lima tahun terakhir, dengan melibatkan komunitas lokal sebagai mitra pelaksana.
Direktur Lingkungan Adaro, Budi Santoso, menyatakan bahwa penghargaan ini merupakan bukti konsistensi perusahaan dalam menerapkan prinsip keberlanjutan di semua tingkat operasional.
“PROPER Emas 2025 memberi validasi eksternal atas komitmen kami untuk menyeimbangkan produksi energi dengan tanggung jawab ekologis,” ujar Budi dalam konferensi pers di Jakarta.
Pemerintah Indonesia menekankan pentingnya sektor energi berkontribusi pada target net‑zero pada tahun 2060, sehingga pengakuan terhadap praktik bersih menjadi semakin relevan.
Analis pasar energi, Rina Pratama, mencatat bahwa pencapaian ini dapat meningkatkan kepercayaan investor terhadap Adaro, mengingat tren pembiayaan hijau global semakin mengutamakan kriteria ESG.
Secara finansial, Adaro melaporkan peningkatan margin operasional sebesar 3,2 persen pada kuartal terakhir, yang sebagian dipengaruhi oleh efisiensi energi dan pengurangan biaya limbah.
Perusahaan juga mengumumkan rencana penambahan kapasitas energi terbarukan sebesar 500 MW dalam tiga tahun ke depan, termasuk pembangunan pembangkit listrik tenaga surya di wilayah Kalimantan Selatan.
Langkah tersebut selaras dengan kebijakan nasional tentang diversifikasi sumber energi dan pengurangan ketergantungan pada batu bara sebagai sumber utama.
Dengan PROPER Emas 2025, Adaro menegaskan posisi sebagai pelaku industri tambang yang berorientasi pada keberlanjutan, sekaligus memberi contoh bagi perusahaan sejenis dalam mengintegrasikan standar lingkungan ke dalam strategi bisnis.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.







Tinggalkan Balasan