Media Kampung – 09 April 2026 | Jogja Printing Expo 2026 resmi dibuka pada 8 April 2026 di JEC, Yogyakarta, menandai dimulainya empat hari pameran industri percetakan. Acara ini dihadiri oleh pelaku usaha, akademisi, dan perwakilan pemerintah daerah yang menekankan pentingnya inovasi dalam sektor cetak.

Pameran menampilkan lebih dari 200 perusahaan lokal dan internasional yang memperkenalkan teknologi terbaru, termasuk printer digital, mesin offset berkecepatan tinggi, dan solusi finishing otomatis. Berbagai demo langsung memungkinkan pengunjung melihat efisiensi produksi serta kualitas hasil cetak yang lebih tinggi.

Penyelenggara, Badan Ekonomi Kreatif DIY, menegaskan bahwa tujuan utama expo adalah memperkuat ekosistem percetakan regional melalui kolaborasi lintas sektor. Mereka menambahkan bahwa sinergi antara produsen bahan baku, penyedia peralatan, dan desainer grafis diharapkan menciptakan nilai tambah bagi industri.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan DIY, Budi Santoso, menyampaikan optimismenya terhadap pertumbuhan pasar domestik yang diperkirakan mencapai 7% per tahun. Menurutnya, dukungan kebijakan fiskal dan akses pembiayaan menjadi faktor kunci untuk memperluas kapasitas produksi.

Selain teknologi, expo juga menyoroti aspek keberlanjutan dengan menampilkan tinta berbasis air dan bahan daur ulang yang ramah lingkungan. Inisiatif ini sejalan dengan target pemerintah Indonesia untuk mengurangi jejak karbon sektor manufaktur hingga 2030.

Baca juga:

Salah satu peserta, PT. Prima Print, memperkenalkan mesin cetak fleksibel yang dapat beralih antara format A3 hingga billboard dalam satu siklus produksi. Direktur pemasaran, Rina Wijaya, menyatakan bahwa fleksibilitas tersebut memungkinkan pelaku usaha kecil menengah mengoptimalkan biaya operasional.

Sesi panel pada hari kedua membahas peluang digitalisasi dalam rantai pasok percetakan, dengan fokus pada integrasi ERP dan sistem manajemen warna otomatis. Para pakar menilai bahwa adopsi teknologi informasi dapat memotong waktu lead time hingga 30%.

Tidak hanya perusahaan besar, expo juga memberi ruang bagi startup kreatif yang menawarkan layanan desain berbasis AI. Salah satu startup, PrintAI, memperlihatkan platform yang menghasilkan layout iklan dalam hitungan menit, mengurangi kebutuhan tenaga desain tradisional.

Pameran ini diharapkan menjadi ajang jaringan bisnis, dengan lebih dari 5.000 kunjungan terdaftar dari seluruh Indonesia dan beberapa negara tetangga. Data awal menunjukkan minat tinggi dari kalangan pendidikan teknik grafis yang mencari peluang magang dan riset bersama.

Kegiatan pendukung, seperti workshop tentang pemilihan bahan baku ramah lingkungan, diadakan secara gratis bagi peserta registrasi. Instruktur workshop, Dr. Hadi Nugroho, menekankan pentingnya pemahaman karakteristik kertas daur ulang untuk menghasilkan produk berkualitas.

Baca juga:

Pemerintah kota Yogyakarta menyediakan fasilitas logistik, termasuk transportasi khusus untuk mengangkut peralatan pameran berat. Hal ini mempermudah peserta internasional yang mengirimkan mesin besar dari negara asal.

Eksposur media nasional dan internasional meningkatkan profil Yogyakarta sebagai pusat inovasi kreatif di Indonesia. Beberapa outlet televisi dan majalah industri melaporkan kehadiran expo sebagai tonggak penting bagi transformasi digital percetakan.

Meskipun pandemi COVID-19 masih menjadi perhatian, penyelenggara menerapkan protokol kesehatan ketat, termasuk pemeriksaan suhu dan penggunaan hand sanitizer di setiap stan. Tidak ada laporan kasus penularan selama masa pameran, menegaskan efektivitas langkah-langkah pencegahan.

Sebagai penutup, panitia mengumumkan bahwa Jogja Printing Expo 2026 akan berlanjut menjadi acara tahunan dengan tema yang berputar pada inovasi berkelanjutan. Mereka mengajak semua pemangku kepentingan untuk berpartisipasi dalam edisi berikutnya guna memperkuat daya saing industri nasional.

Dengan dukungan pemerintah, sektor swasta, dan komunitas kreatif, eksposisi ini menjadi bukti bahwa industri percetakan Indonesia siap menyongsong era digital yang lebih efisien dan ramah lingkungan. Keberhasilan expo ini diharapkan memicu investasi tambahan serta peningkatan kualitas tenaga kerja di bidang percetakan.

Baca juga:

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.