Media Kampung – Masa depan bek Manchester United, Lisandro Martinez, berada di ujung tanduk setelah ia melontarkan kritik terbuka terhadap jajaran hierarki klub. Buntut dari pernyataannya seusai kekalahan dari Atletico Madrid, bek asal Argentina tersebut dilaporkan bakal dijatuhi sanksi denda.

Kekalahan 0-2 dari Atletico Madrid memperpanjang rekor buruk Setan Merah menjadi lima laga berturut-turut tanpa kemenangan. Situasi ini semakin memperparah krisis tim, yang sebelumnya telah tersingkir dari Piala Liga, dan tercecer dalam perburuan gelar Premier League.

Sanksi untuk Martinez

Laporan dari Sky Sports News menyebutkan bahwa kemarahan dan kebingungan merebak di ruang ganti maupun jajaran direksi United akibat kelakuan Martinez. Bahkan, salah satu rekan setimnya dilaporkan langsung menegur sang bek di ruang ganti tak lama setelah wawancara tersebut berlangsung.

Kendati demikian, The Times melaporkan bahwa Martinez tidak sendirian dalam menyuarakan kekecewaan tersebut. Sejumlah pemain United dikabarkan memiliki pandangan serupa terkait minimnya investasi dan bongkar pasang pelatih, yang dinilai telah merusak stabilitas tim.

Manajemen Man United kini tengah mempertimbangkan langkah tegas berupa denda finansial kepada Martinez. Namun, keputusannya ini berisiko memperkeruh suasana dan memicu ketegangan yang lebih besar di internal skuad.

Respons Terkait Komentar Martinez

Kritikan Martinez memang mendapat simpati dari sebagian suporter, namun tidak demikian bagi pengamat sepak bola Jamie Carragher. Mantan bek Liverpool itu mengkritik keras sikap sang pemain yang dinilai tidak tepat waktu dan terkesan mencari pembenaran.

“Itu tidak membantu siapa pun sama sekali, dan mereka akan menjadi bahan berita selama beberapa hari ke depan tentang hal ini,” tambah Carragher. “Setiap kelompok suporter memang tidak menyukai para petinggi klub, jadi fans United akan lahap menyantap hal ini dan menganggapnya luar biasa.”

“Saya pikir sangat buruk bahwa dia keluar dan mengatakan hal itu sekarang. Dan ketika dia mengatakan kami menjalani musim yang luar biasa, sebenarnya tidak.”

“Seorang pelatih dipecat musim lalu mereka finis ketiga hanya karena tidak ada laga piala domestik dan tidak berlaga di Eropa,” tegas Carragher.