Media Kampung – Pengemudi mobil proyek yang menabrak siswi MTsN 1 Bojonegoro mengungkapkan penyebab kendaraan tak terkendali dalam pernyataan resmi yang diberikan pada Sabtu, 2 Mei 2024. Pengakuan tersebut menegaskan bahwa kegagalan teknis menjadi faktor utama kecelakaan yang menewaskan dan melukai lima orang.

Insiden terjadi pada Jumat, 1 Mei 2024 sekitar pukul 08.00 WIB setelah pengemudi, bernama Nurul Qomarulloh, menyelesaikan briefing rutin keselamatan kerja bersama tim proyek. Setelah rapat, ia berencana menggunakan mobil operasional berplat nomor AA 1239 RN untuk menjemput rekan kerja di area sekolah.

Akibat benturan, Nurul mengalami luka pada bagian mulut dan dirawat di RSUD Sosodoro Djatikoesoemo dengan kondisi stabil namun memerlukan perawatan lanjutan. Ia juga melaporkan bahwa airbag mobil tidak mengembang saat kecelakaan, menambah risiko cedera pada pengemudi.

Saat mobil melaju tidak terkendali, Nurul berusaha menghindari kerumunan siswa yang sedang berlatih tali temali di lapangan, dengan membelokkan setir ke area yang lebih sepi. Namun, kecepatan mendadak membuat upaya tersebut tidak berhasil dan mobil akhirnya menabrak siswi serta menimpa tiang bendera.

Kendaraan berhenti setelah menabrak tiang bendera dengan keras, menyebabkan tiang tersebut patah dan menambah kerusakan pada mobil. Nurul menyatakan bahwa ia melihat seorang siswa berada di bawah kolong mobil setelah keluar dari kendaraan, menambah kepanikan pada saat kejadian.

Data dari RS Bayangkara Bojonegoro mencatat lima korban luka, dua di antaranya mengalami cedera serius berupa retak tulang tangan dan pergeseran tulang pinggul. Semua korban dirawat di rumah sakit dengan penanganan medis intensif, sementara proses pemulihan masih berlangsung.

Nurul mengakui bahwa ia belum mengenakan sabuk pengaman karena kendaraan masih berada di area sekolah saat insiden, dan menyesali ketidaksiapan tersebut. Ia menyatakan rasa kaget dan penyesalan mendalam karena tidak menyangka masih ada banyak siswa di lapangan pada saat itu.

Saat ini, Nurul masih menjalani perawatan di rumah sakit dan pihak berwenang telah membuka penyelidikan untuk mengidentifikasi penyebab teknis mobil serta menilai kelalaian prosedur keselamatan. Kementerian Perhubungan dan Dinas Pendidikan setempat berkoordinasi untuk meningkatkan standar keamanan di area sekolah guna mencegah kejadian serupa di masa mendatang.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.