Media Kampung – 12 April 2026 | Lonjakan harga bahan bakar minyak (BBM) di stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) Amerika Serikat mencapai level yang belum pernah terjadi sebelumnya, memicu teriakan massal warga pada hari Senin, 8 April 2026.

Pengamat pasar energi mencatat bahwa kenaikan harga terjadi setelah konflik militer antara Iran dan koalisi internasional memengaruhi pasokan minyak mentah global.

Data resmi Departemen Energi Amerika menunjukkan harga rata-rata premium gasoline naik menjadi US$4,35 per galon pada akhir pekan, melampaui rekor tertinggi US$4,20 yang tercatat pada 2022.

Selama tiga hari berturut‑turut, harga diesel juga mengalami peningkatan sebesar 18 persen, mencapai US$4,10 per galon, menambah beban biaya operasional bagi truk pengangkut barang.

Kerumunan warga yang berdiri di depan beberapa SPBU di New York, Los Angeles, dan Houston terdengar berteriak keras, menuntut penurunan harga dan penyelidikan atas kebijakan pemerintah.

“Kami tidak mampu lagi mengisi bensin untuk mobil keluarga,” keluh Maria Hernandez, 42 tahun, penduduk Brooklyn, sambil memegangi dompet yang hampir kosong.

Akibatnya, perusahaan logistik melaporkan peningkatan biaya transportasi hingga 12 persen, yang diproyeksikan akan diteruskan ke konsumen dalam bentuk harga barang yang lebih tinggi.

Usaha kecil, terutama restoran cepat saji dan toko ritel, mengindikasikan bahwa margin keuntungan mereka terancam karena biaya energi yang melonjak secara tiba‑tiba.

Pemerintah federal melalui Departemen Perbendaharaan mengumumkan paket bantuan sementara berupa subsidi BBM sebesar 10 persen bagi konsumen berpenghasilan rendah, yang diharapkan dapat meredam kepanikan publik.

Data Historis menunjukkan bahwa harga BBM pada April 2023 mencapai US$3,95 per galon, menandakan kenaikan hampir 10 persen dalam tiga tahun terakhir.

Di wilayah Midwest, harga BBM juga mengalami kenaikan signifikan, meski tidak setinggi pantai barat, mengindikasikan dampak luas dari gangguan pasokan global.

Para ahli energi memperkirakan bahwa harga BBM dapat tetap berada pada level tinggi selama setidaknya enam bulan ke depan, kecuali terjadi resolusi diplomatik yang mengembalikan aliran minyak dari Iran.

Hingga akhir hari Senin, antrean panjang tetap terlihat di hampir semua SPBU utama, sementara otoritas setempat berupaya menenangkan situasi dengan meningkatkan kehadiran petugas keamanan.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.