Media Kampung – 11 April 2026 | Kebakaran melanda pabrik kasur yang terletak di kawasan industri Gunung Sindur, Bogor pada dini hari Selasa.

Kelompok tebal asap hitam terlihat naik ke langit, memaksa evakuasi warga sekitar.

Tim pemadam kebakaran Bogor dan daerah tetangga tiba dalam hitungan menit dan segera melakukan pemadaman.

Api terus berkobar selama beberapa jam, sehingga jet air diarahkan ke area penyimpanan utama yang memuat bahan mudah terbakar.

Saat ini kebakaran masih dalam tahap pengendalian sebagian, dengan titik panas yang terus dipantau.

Belum ada laporan resmi mengenai korban jiwa, dan pihak manajemen pabrik belum mengonfirmasi adanya cedera pada pekerja.

Pihak berwenang telah menutup area seluas 300 meter di sekitar pabrik untuk melindungi warga dari paparan asap dan panas.

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Bogor, Brigadir Jenderal Suharto, menyatakan bahwa penanganan mengikuti prosedur standar.

Ia menambahkan bahwa penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan dan belum ditemukan indikasi adanya tindakan kriminal.

Pabrik tersebut mempekerjakan sekitar 150 orang dan menjadi pemasok utama bagi beberapa merek kasur nasional.

Gangguan produksi diperkirakan akan memengaruhi ketersediaan stok produk merek tersebut dalam beberapa minggu ke depan.

Pemerintah daerah berjanji memberikan bantuan keuangan sementara kepada pekerja yang terdampak hingga operasional pabrik pulih.

Kelompok lingkungan menyuarakan kekhawatiran terkait asap hitam yang kemungkinan mengandung partikel dari busa sintetis dan serbuk kayu.

Balai Kesehatan Bogor mengeluarkan anjuran kesehatan agar penduduk tetap berada di dalam rumah dan menutup jendela.

Sekolah-sekolah terdekat sementara ditutup sebagai langkah pencegahan, dan siswa dipindahkan ke fasilitas alternatif.

Kebakaran ini menambah deretan insiden kebakaran industri di Jawa Barat tahun lalu, memicu desakan penegakan standar keselamatan yang lebih ketat.

Komisi Keselamatan Kebakaran Provinsi berencana melakukan inspeksi pada pabrik serupa dalam sebulan ke depan.

Pihak berwenang terus memantau situasi, dan laporan final akan diterbitkan setelah penyelidikan selesai.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.