Media Kampung – 09 April 2026 | Polri meluncurkan buku saku berjudul ‘0% Kemiskinan‘ sebagai panduan utama petugas di lapangan. Buku tersebut bertujuan mempermudah penyampaian informasi program pemerintah dalam upaya mengentaskan kemiskinan.

Buku saku ini diserahkan kepada anggota Polri, khususnya satuan patroli dan Bhabinkamtibmas di seluruh wilayah Indonesia. Materi yang tercakup meliputi langkah konkret, hak dan kewajiban warga, serta cara mengakses bantuan sosial.

Dalam keterangan resmi, Kapolri menegaskan pentingnya peran aparat keamanan dalam menyalurkan kebijakan publik secara akurat. Ia menambahkan bahwa kehadiran buku saku diharapkan menurunkan angka miskin secara signifikan.

Program ‘0% Kemiskinan’ merupakan bagian dari agenda Presiden Joko Widodo untuk menurunkan persentase penduduk miskin menjadi nol pada akhir tahun 2025. Inisiatif tersebut mengintegrasikan berbagai skema bantuan, termasuk Kartu Prakerja, Bantuan Pangan Non-Tunai, dan program perumahan.

Petugas di lapangan kini dapat menjelaskan secara singkat mekanisme pendaftaran bantuan melalui buku saku yang dirancang visual dan mudah dipahami. Pendekatan ini diharapkan mengurangi kebingungan masyarakat dan mempercepat alur distribusi program.

Baca juga:

Salah satu Bhabinkamtibmas di Surabaya menyatakan, ‘Dengan buku ini kami dapat memberi penjelasan langsung tanpa harus mencari dokumen lain.’ Ia menilai kehadiran buku saku meningkatkan kepercayaan warga terhadap institusi kepolisian.

Distribusi buku saku dimulai pada awal bulan Mei dan dijadwalkan selesai pada akhir Juni, mencakup semua provinsi. Setiap unit Polri menerima paket yang berisi 100 eksemplar, cukup untuk kebutuhan patroli harian.

Selain petugas, buku saku juga disediakan bagi tokoh masyarakat, RT/RW, serta lembaga sosial yang terlibat dalam verifikasi data miskin. Kolaborasi lintas sektoral ini diharapkan memperkecil celah informasi dan meminimalisir duplikasi bantuan.

Kementerian Sosial menilai dukungan Polri sebagai faktor penting dalam memperkuat jaringan penyuluhan program sosial. Menteri Sosial menambahkan, sinergi antar lembaga akan mempercepat pencapaian target nol kemiskinan.

Penggunaan buku saku dipantau melalui sistem laporan harian yang diunggah ke platform digital Polri. Data tersebut kemudian dianalisis untuk mengidentifikasi daerah dengan tingkat kemiskinan tertinggi.

Baca juga:

Jika terdapat kesenjangan dalam penyuluhan, tim khusus akan melakukan penyesuaian materi atau menambah sosialisasi di lapangan. Langkah ini sejalan dengan kebijakan pemerintah untuk melakukan evaluasi berkelanjutan pada setiap program bantuan.

Secara keseluruhan, inisiatif buku saku ‘0% Kemiskinan’ menandai upaya terkoordinasi antara aparat keamanan dan pemerintah pusat dalam menurunkan beban sosial. Keberhasilan program akan sangat bergantung pada konsistensi penyampaian informasi dan partisipasi aktif masyarakat.

Polri menutup program distribusi dengan harapan buku saku menjadi alat komunikasi yang berkelanjutan, bukan sekadar materi kampanye sementara. Jika target nol kemiskinan tercapai, Polri berencana mengembangkan panduan serupa untuk program kesejahteraan lain.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.

Baca juga: