Media Kampung – 08 April 2026 | Polsek Kabat mengawal penyaluran benih jagung kepada kelompok tani di Desa Dadapan, Kecamatan Kabat, pada Selasa 7 April 2026. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya peningkatan ketahanan pangan di tingkat desa.

Bhabinkamtibmas Desa Dadapan, Bripka Edo Bhayangkara Negara, S.H., memimpin proses distribusi yang dilakukan bersama Dinas Pertanian Kabupaten Banyuwangi. Benih yang diserahkan bermerk Sage berjumlah 300 kilogram.

Sebanyak 32 anggota Kelompok Tani Rondho Kuning menerima paket benih tersebut di Pondok Rondho Kuning, Dusun Krajan. Setiap petani diharapkan dapat menanam dan memperoleh hasil yang optimal pada musim tanam berikutnya.

Distribusi ini dilaksanakan di bawah koordinasi Dinas Pertanian Kabupaten Banyuwangi serta didampingi oleh Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Desa Dadapan. Perangkat desa juga turut hadir untuk memantau pelaksanaan bantuan.

Kombes Pol Dr. Rofiq Ripto Himawan, Kapolresta banyuwangi, menekankan pentingnya peran Bhabinkamtibmas dalam mengawal program pemerintah. Ia menyatakan bahwa kehadiran aparat keamanan meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap bantuan.

“Keterlibatan Bhabinkamtibmas merupakan wujud komitmen Polri dalam mendukung kesejahteraan masyarakat,” ujar Dr. Rofiq dalam sambutan singkat. Pernyataan tersebut menegaskan sinergi lintas sektor antara keamanan dan pertanian.

Bripka Edo menambahkan bahwa penyaluran benih dilakukan secara transparan dan akuntabel. Ia menekankan bahwa setiap petani menerima kuota benih yang sesuai dengan kebutuhan kelompok.

Benih jagung merk Sage dipilih karena tahan terhadap hama dan cocok untuk iklim Banyuwangi. Dinas Pertanian berharap varietas ini dapat meningkatkan produktivitas petani setempat.

Kelompok Tani Rondho Kuning merupakan salah satu kelompok tani yang aktif di wilayah Dadapan. Anggota kelompok melaporkan bahwa bantuan ini sangat membantu mengurangi beban biaya pembelian benih.

Sebelumnya, petani di daerah tersebut mengandalkan benih tradisional yang memiliki tingkat kegagalan tinggi. Dengan benih baru, diharapkan hasil panen dapat meningkat hingga 30 persen.

Petani yang menerima benih menyatakan kesiapan mereka untuk menanam pada awal musim. Mereka juga menantikan pendampingan teknis dari penyuluh pertanian.

Penyuluh Pertanian Lapangan memberikan arahan mengenai teknik penanaman dan pemupukan yang tepat. Pendampingan tersebut diharapkan dapat memaksimalkan hasil produksi.

Pemerintah kabupaten banyuwangi menargetkan peningkatan produksi jagung daerah sebesar 15 persen pada tahun ini. Program distribusi benih merupakan langkah awal dalam pencapaian target tersebut.

Distribusi benih ini merupakan bagian dari program bantuan sosial yang lebih luas. Program tersebut mencakup bantuan pupuk, bibit sayuran, dan pelatihan pertanian.

Anggota Polsek Kabat menegaskan bahwa pengawasan tidak hanya sebatas penyerahan benih, melainkan juga pemantauan penggunaan benih. Mereka berkomitmen melakukan kunjungan lapangan selama musim tanam.

Kapolresta Banyuwangi menambahkan bahwa sinergi antara aparat keamanan, dinas pertanian, dan desa dapat mempercepat pencapaian ketahanan pangan. Ia berharap model ini dapat direplikasi di wilayah lain.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Banyuwangi menyatakan bahwa alokasi benih didasarkan pada data realisasi lahan tanam. Data tersebut diambil melalui survei bersama perangkat desa.

Pemerintah daerah menyiapkan anggaran khusus untuk pembelian benih dan distribusinya. Anggaran tersebut diharapkan dapat mendukung lebih dari 100 kelompok tani dalam tahun mendatang.

Masyarakat setempat menyambut baik kehadiran aparat keamanan dalam acara tersebut. Mereka menilai kehadiran tersebut menambah rasa aman dan kepercayaan terhadap program.

Dengan adanya bantuan benih, petani diharapkan dapat meningkatkan pendapatan rumah tangga. Peningkatan produksi jagung juga berpotensi mengurangi ketergantungan pada impor.

Keberhasilan distribusi ini akan dievaluasi pada akhir musim tanam. Evaluasi meliputi kuantitas produksi, kualitas benih, dan kepuasan petani.

Upaya bersama antara Polri, Dinas Pertanian, dan pemerintah desa menunjukkan komitmen kuat dalam memperkuat ketahanan pangan di tingkat lokal. Program serupa diharapkan dapat menjadi pola bagi wilayah lain.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.