Media Kampung – 08 April 2026 | Kereta api Bangunkarta (KA 161) mengalami anjlok pada Senin, 6 April 2026 di Stasiun Bumiayu, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, menimbulkan gangguan pada dua lintasan rel hulu dan hilir yang menghubungkan jalur Jombang‑Pasarsenen dengan jaringan nasional.

Insiden tersebut memaksa KAI menghentikan sementara layanan enam kereta yang berangkat menuju Surabaya dan Malang, serta menunda ratusan perjalanan di wilayah Daerah Operasi (Daop) 3 Cirebon, 8 Surabaya, dan 9 Jember.

Manajer Hukum dan Humas PT KAI Daop 9 Jember, Cahyo Widiantoro, menyatakan bahwa jalur hulu dan hilir di wilayah tersebut telah pulih dan kini dapat dilalui kereta dengan kecepatan yang diizinkan, sehingga keberangkatan kereta di Jember kembali tepat waktu.

Namun, beberapa kereta masih mengalami keterlambatan, contohnya KA Wijayakusuma tiba di Stasiun Ketapang terlambat sekitar 112 menit, sementara KA Blambangan Ekspres terlambat 144 menit, akibat proses pemulihan jalur yang masih berlangsung.

Manajer Humas Daop 3 Cirebon, Muhibbuddin, menjelaskan bahwa tim teknis bekerja selama 11 jam untuk mengevakuasi rangkaian kereta, memperkuat rel, dan membuka kembali jalur pada Selasa, 7 April 2026 pukul 04.08 WIB dengan kecepatan terbatas 20 km/jam.

Selama proses, tujuh perjalanan kereta dibatalkan dan 27 perjalanan dialihkan melalui jalur memutar via Semarang; total 273 tiket pelanggan diproses pembatalannya dan KAI memberikan pengembalian dana penuh.

Pengembalian dana dapat diajukan di stasiun atau melalui layanan daring selama 7×24 jam setelah jadwal keberangkatan, sementara pelanggan yang mengalami keterlambatan signifikan berhak atas kompensasi layanan pemulihan sesuai kebijakan KAI.

Manajer Humas Daop 8 Surabaya, Mahendro, melaporkan bahwa semua kereta yang berangkat dari Stasiun Surabaya Gubeng, Pasarturi, dan Malang tetap tepat waktu, namun kereta yang datang ke wilayah tersebut mengalami penambahan waktu tempuh antara 43 hingga 316 menit karena penggunaan jalur alternatif.

Kereta Gayabaru Malam Selatan (90) terlambat 316 menit, KA Bima (8) 127 menit, KA Jayakarta (252B) 43 menit, KA Brawijaya (38) 168 menit, KA Majapahit (246B) 152 menit, dan KA Gajayana (36) 124 menit, mencerminkan variasi dampak tergantung pada rute dan antrean di jalur alternatif.

KAI menegaskan bahwa semua upaya penanganan mengutamakan keselamatan penumpang, mempercepat koordinasi lintas unit, serta meningkatkan kecepatan jalur secara bertahap hingga kembali ke kondisi normal.

Pihak KAI juga mengimbau penumpang untuk tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi dan tetap tenang selama proses normalisasi berlangsung, mengingat prioritas utama perusahaan adalah keamanan dan kenyamanan perjalanan.

Dengan jalur Bumiayu yang kini telah dinormalisasi, layanan kereta api di wilayah Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Jawa Barat diharapkan kembali stabil, sementara KAI terus memantau dan menyesuaikan operasi untuk meminimalkan gangguan di masa mendatang.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.