Media Kampung – 05 April 2026 | Gempa berkekuatan 7,6 magnitude mengguncang wilayah Bitung, Sulawesi Selatan, menimbulkan kepanikan di kalangan penduduk setempat.

Setelah guncangan, sejumlah warga melaporkan bahwa permukaan air laut di pesisir naik secara tiba‑tiba, mencapai ketinggian sekitar satu meter.

Kenaikan air tersebut berlangsung hanya beberapa menit sebelum surut kembali tanpa menimbulkan kerusakan signifikan pada infrastruktur pantai.

Tim tanggap darurat Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) segera melakukan evakuasi terhadap warga yang berada di zona rawan, terutama di kawasan pemukiman rendah.

Hingga saat ini, lebih dari 300 orang masih mengungsi di posko sementara karena khawatir akan kemungkinan gempa susulan.

Baca juga:

Seorang warga bernama Ahmad, 42 tahun, mengaku merasa takut ketika air laut naik dan mengatakan, “Air datang cepat, kami sempat berlari ke tempat yang lebih tinggi.”

Rani, seorang ibu rumah tangga, menambahkan, “Meskipun air sudah surut, kami masih menunggu kepastian keamanan sebelum kembali ke rumah.”

Petugas BPBD, Komandan Tim Evakuasi, menyatakan bahwa tidak ada laporan kerusakan struktural yang signifikan pada bangunan publik maupun rumah tinggal.

Namun, pihak berwenang tetap memantau potensi tanah longsor dan gelombang tsunami meskipun peringatan resmi belum dikeluarkan.

Gempa ini merupakan salah satu yang terbesar di wilayah Sulawesi Selatan dalam lima tahun terakhir, menambah kekhawatiran masyarakat akan aktivitas tektonik aktif di zona subduksi.

Baca juga:

Data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menunjukkan bahwa gempa tersebut berpusat pada kedalaman sekitar 10 kilometer di bawah permukaan bumi.

Analisis awal seismolog mengindikasikan bahwa gempa ini termasuk tipe tektonik, bukan vulkanik, sehingga potensi tsunami diperkirakan rendah.

Meski demikian, BPBD mengimbau penduduk untuk tetap waspada, mematuhi arahan petugas, dan menyiapkan perlengkapan darurat seperti senter, makanan tahan lama, dan obat-obatan.

Kondisi cuaca pada hari berikutnya diperkirakan cerah, yang diharapkan membantu proses pemulihan dan penilaian kerusakan secara menyeluruh.

Secara keseluruhan, situasi di Bitung saat ini relatif terkendali, tetapi otoritas menekankan pentingnya kesiapsiagaan menghadapi gempa susulan.

Baca juga:

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.