Media Kampung – 31 Maret 2026 | Seorang pria berusia 73 tahun di Perumahan Bumisani Permai, Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi, menjadi korban penyiraman cairan kimia berbahaya ketika hendak menuju musala untuk salat Subuh.
Rekaman CCTV memperlihatkan dua orang penyerang mengendarai sepeda motor berwarna putih gading dengan helm full‑face hitam, lalu menyemprotkan cairan yang diduga air keras ke tubuh korban.
Korban terlihat berjalan terhuyung, mengelap tubuhnya, dan tampak kelelahan sebelum menyerah pada serangan tersebut.
Polisi wilayah Tambun Selatan, Kompol Wuriyanti, mengonfirmasi kejadian dan menyatakan tim Satreskrim Polres Metro Bekasi telah melakukan olah TKP serta mengumpulkan bukti dan saksi.
Tri Wibowo, korban, saat ini dirawat intensif di Rumah Sakit Primaya dengan luka bakar yang diperkirakan menutupi sekitar 70 persen permukaan tubuhnya.
Warga sekitar, Rahmat, menyatakan bau asam dan panas masih tercium di lokasi, menegaskan tingkat keparahan luka bakar yang hampir menutupi seluruh tubuh korban.
Jefi Samhadi, warga setempat, mengungkapkan bahwa serangan serupa pernah terjadi sebelumnya, termasuk penyiraman cairan ke sebuah mobil Fortuner di area yang berdekatan.
Jefi menambahkan bahwa ini merupakan kali kedua atau ketiga aksi penyiraman air keras, namun kali ini menimpa manusia, meningkatkan rasa takut warga.
Dia berharap pihak berwajib dapat segera menangkap pelaku agar kejadian serupa tidak terulang dan ketakutan warga dapat reda.
Tri Wibowo dikenal sebagai sosok pendiam yang tidak memiliki masalah dengan tetangga, pensiunan dan memiliki riwayat stroke sehingga aktivitasnya terbatas pada ibadah dan istirahat.
Keluarga dan tetangga menyatakan kebingungan mengapa seorang lansia yang tidak menimbulkan konflik menjadi target serangan.
Polisi telah meminta masyarakat untuk memberikan informasi tambahan mengenai keberadaan kendaraan berwarna putih gading yang digunakan pelaku.
Tim forensik mengamankan sampel cairan yang disemprotkan untuk analisis kimia, guna memastikan sifat pasti zat tersebut.
Jika terbukti merupakan asam kuat, pelaku dapat dikenakan pasal tentang penganiayaan dengan ancaman serius terhadap kesehatan korban.
Kasus ini menambah daftar insiden kriminalitas berbasis kimia yang belakangan muncul di wilayah Jabodetabek.
Pihak kepolisian menegaskan akan memperluas penyelidikan ke jaringan potensial yang mungkin terlibat dalam penyediaan atau penyimpanan zat kimia tersebut.
Warga sekitar diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama pada jam-jam rawan seperti dini hari, serta melaporkan aktivitas mencurigakan.
RS Primaya melaporkan bahwa perawatan luka bakar tingkat tiga memerlukan terapi intensif, termasuk dekonsisi dan perawatan luka secara berkala.
Dokter yang merawat Tri menyatakan prognosisnya masih bergantung pada respons tubuh terhadap pengobatan serta pencegahan infeksi sekunder.
Komunitas muslim setempat menyesali kejadian ini, mengingat tradisi salat Subuh biasanya dilakukan dalam suasana aman dan damai.
Kepala Masjid Al‑Hidayah di Tambun Selatan menyampaikan dukungan moral kepada korban dan keluarganya, serta mengajak umat untuk berdoa bersama.
Pihak berwenang berjanji akan memberikan pembaruan secara berkala kepada publik mengenai perkembangan penyelidikan.
Kasus ini mengingatkan pentingnya keamanan lingkungan perumahan serta perlunya kerja sama antara warga dan aparat dalam mencegah tindakan kriminal serupa.
Dengan upaya bersama, diharapkan pelaku dapat segera ditangkap, korban pulih, dan rasa aman kembali terpulihkan di kawasan Tambun Selatan.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.









Tinggalkan Balasan