Media KampungHarga oli motor di pasaran Indonesia mengalami kenaikan yang cukup signifikan dalam beberapa pekan terakhir. Kenaikan ini membuat banyak pengguna kendaraan roda dua mempertanyakan alasan di balik lonjakan harga tersebut, terutama karena oli bukan bahan bakar yang langsung digunakan dalam proses pembakaran mesin.

Faktor utama yang memicu naiknya harga oli motor ini berasal dari konflik yang terjadi di kawasan Timur Tengah, khususnya antara Amerika Serikat dan Israel melawan Iran. Konflik ini menimbulkan ketidakpastian di jalur pengiriman minyak dunia, terutama di Selat Hormuz yang dikuasai oleh Iran. Selat ini merupakan jalur penting bagi pengiriman minyak mentah global, sehingga ancaman pemblokiran jalur tersebut menyebabkan pasokan minyak dunia terhambat dan harga minyak mentah melonjak tajam.

Minyak mentah menjadi bahan baku utama dalam produksi base oil yang merupakan komponen terbesar dalam pembuatan oli motor, yaitu berkisar 80 hingga 90 persen. Baik oli mineral yang berasal dari fraksi berat minyak mentah maupun oli sintetis yang dibuat dari gas alam dan hasil pengolahan minyak bumi, keduanya sangat bergantung pada harga minyak mentah dunia. Jadi, ketika harga minyak mentah naik, biaya produksi base oil ikut terdongkrak dan berdampak langsung pada harga jual oli motor.

Selain base oil, komponen lain yang memengaruhi harga oli adalah zat aditif berkualitas tinggi yang menambah performa dan perlindungan mesin. Zat aditif ini juga diproduksi oleh industri petrokimia yang menggunakan minyak mentah sebagai bahan dasar. Akibat konflik di Timur Tengah, harga bahan kimia ini mengalami kenaikan hingga 30 persen karena adanya biaya tambahan serta kenaikan biaya logistik dan asuransi pengiriman yang harus menghindari zona konflik.

Tak hanya isi, kemasan botol oli motor pun terdampak. Botol plastik yang biasa digunakan adalah jenis HDPE (High-Density Polyethylene) yang juga merupakan produk turunan minyak bumi. Kenaikan harga minyak mentah menyebabkan biaya produksi kemasan ini ikut naik, sehingga menambah beban biaya pada harga akhir oli motor.

Secara keseluruhan, kenaikan harga oli motor diperkirakan berada di kisaran 10 hingga 21 persen. Analis mengingatkan bahwa apabila konflik di kawasan Timur Tengah berlanjut, kenaikan harga ini bisa bertahan lama bahkan kemungkinan naik lebih tinggi lagi. CEO perusahaan minyak besar dari Saudi Arabia memperkirakan gangguan pasokan minyak global dapat terus berlanjut hingga tahun 2027, yang akan berdampak pada harga produk turunannya termasuk oli motor.

Dengan kondisi tersebut, para pengendara motor di Indonesia harus bersiap menghadapi harga oli yang lebih mahal dalam waktu dekat. Penyebab utama kenaikan ini jelas berasal dari dinamika geopolitik dan ekonomi global yang sulit dihindari, sehingga berimbas langsung ke pasar lokal dan kantong konsumen.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.