Media Kampung – Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Al Muzzammil Yusuf, menginstruksikan para pejabat publik dari PKS untuk memotong gaji mereka guna membantu masyarakat yang terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di beberapa wilayah Indonesia. “Pejabat publik, saya instruksikan simpati kita untuk memotong gaji kita untuk membantu warga terdampak karhutla,” ujar Muzzammil saat menyampaikan pidato politik dalam Bimteknas PKS 2026 di kawasan Jakarta Barat, Senin (19/10).
Dia menegaskan bahwa kader dan struktur PKS juga perlu berupaya membantu warga sesuai kemampuan masing-masing. Muzzammil menyebutkan bahwa kantor-kantor PKS dapat dimanfaatkan sebagai tempat masyarakat mencari bantuan. Selain itu, ia mengatakan panitia akan menyiapkan kode batang atau barcode untuk memudahkan pengumpulan bantuan.
Desakan untuk Mempercepat Penanganan Karhutla
Selain mendorong bantuan bagi warga terdampak, Muzzammil mendesak Kementerian Kehutanan dan Kementerian Lingkungan Hidup untuk mempercepat penanganan karhutla. Ia menilai kebakaran yang terjadi bukan hanya berdampak pada manusia, tetapi juga mengancam flora, fauna, dan lingkungan. Dia menekankan pentingnya tindakan cepat dari kedua kementerian tersebut.
PKS juga tengah mengusulkan rancangan undang-undang mengenai keadilan dalam pengendalian perubahan iklim sebagai bagian dari upaya menghadapi persoalan lingkungan. Muzzammil turut mengecam tindakan pembakaran hutan dan lahan, baik yang dilakukan individu, organisasi, maupun korporasi. Ia menilai pelaku pembakaran harus ditindak tegas, termasuk melalui pencabutan izin usaha korporasi yang terbukti terlibat.
“PKS mengecam keras setiap tindakan pembakaran hutan dan lahan. Itu adalah kejahatan yang besar. Cabut izin korporasi tersebut,” tegasnya. Muzzammil menegaskan, “Negara tidak boleh kalah oleh kekuatan apa pun demi membela kepentingan rakyatnya.”












