Media Kampung, Jakarta – Menteri Hukum, Supratman Andi Agtas, menegaskan pemerintah serius menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Dalam keterangan pers di Forum Global Dialogue on Cross-Border Copyright Royalty Governance in the Digital Era di Kuta, Bali, Rabu, ia menyatakan bahwa Presiden Prabowo Subianto telah menggelar rapat terbatas untuk membahas masalah ini.

Supratman mengatakan, “Karhutla kan lagi ditangani secara serius oleh pemerintah. Presiden sudah melakukan rapat terbatas langsung ya, dan ini terus diupayakan.” Ia menambahkan bahwa penanganan karhutla merupakan persoalan bersama yang membutuhkan upaya maksimal dari pemerintah. “Kalau soal (karhutla) saya rasa itu masalah kita bersama, dan pemerintah pasti akan bekerja maksimal untuk melakukan itu,” ujarnya.

Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto juga mengungkapkan bahwa penyidikan kasus karhutla mulai mengarah pada dugaan keterlibatan korporasi. Polri telah meningkatkan 92 laporan polisi (LP) ke tahap penyidikan dari total 97 laporan yang ditangani. “Untuk penegakan hukum sudah kita lakukan penyidikan dari 97 LP, menjadi 92 yang naik sidik. Kemudian sekarang ini sudah mengerucut pada korporasi. Ya, ini yang sedang kita periksa,” kata Suyudi.

Ia menambahkan bahwa pemeriksaan terhadap korporasi tersebut masih berlangsung dan Polri belum mengumumkan penetapan tersangka dalam perkara karhutla itu. “Ya, tentunya sedang dalam proses penyidikan, nanti kalau sudah kita tetapkan akan diekspos oleh Pak Kabareskrim,” ujarnya.

Selain penegakan hukum, Polri juga mengerahkan personel dan peralatan untuk membantu pemadaman karhutla di sejumlah wilayah. Upaya tersebut dilakukan melalui evaluasi berkelanjutan dan penguatan operasi di tingkat kewilayahan agar petugas dapat menjangkau titik api, termasuk di lokasi yang sulit diakses. “Kita sudah melakukan terus evaluasi untuk melakukan bantuan terhadap pemadaman ini. Ya, tentunya Polri dengan segala sumber daya yang ada kita turunkan untuk melakukan pemadaman,” kata Suyudi.

Untuk menjangkau wilayah yang sulit dilalui, Polri menggunakan sejumlah sarana, di antaranya x-fire, sepeda motor trail, dan all-terrain vehicle (ATV). Penguatan operasi di daerah diharapkan membantu personel melakukan pemadaman secara langsung di lokasi kebakaran.