Media Kampung, Kota Padang – Kementerian Sosial (Kemensos) menyalurkan bantuan logistik untuk memenuhi kebutuhan dasar warga yang terdampak banjir bandang di Kota Padang, Sumatera Barat. Bantuan ini disalurkan melalui gudang Balai Besar Pendidikan dan Pelatihan Kesejahteraan Sosial (BBPPKS) Padang dan Dinas Sosial Provinsi Sumatera Barat.
Bantuan yang disalurkan melalui BBPPKS Padang meliputi:
- 80 paket makanan siap saji
- 80 paket makanan anak
- 120 lembar selimut
- 40 lembar kasur
- 40 paket family kit
- 40 paket kidsware
Sementara itu, bantuan dari Dinas Sosial Provinsi terdiri atas:
- 30 paket makanan anak
- 250 bungkus nasi
- 30 paket family kit
- 16 paket kidsware
- 30 lembar selimut
- 30 lembar kasur
Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul menyatakan bahwa pihaknya fokus pada pemenuhan kebutuhan dasar para korban di fase awal penanganan bencana. “Di tengah situasi seperti ini, kita perlu lebih peka melihat kebutuhan warga. Anak-anak, lansia, dan penyandang disabilitas mungkin membutuhkan bantuan khusus. Jangan sampai ada yang kesulitan mendapatkan makanan, perlengkapan sehari-hari, atau tempat istirahat yang layak,” ujarnya.
Banjir bandang terjadi setelah hujan berintensitas tinggi mengguyur Kota Padang sejak Sabtu, 10 Oktober 2026, sekitar pukul 12.00 WIB. Sekitar pukul 12.52 WIB, air sungai meluap secara tiba-tiba di Kecamatan Kuranji dan kemudian meluas ke Kecamatan Koto Tangah dan Nanggalo.
Warga terdampak melarikan diri ke sejumlah tempat pengungsian, termasuk Lapau Munggu di Kelurahan Kuranji dan Musala Al Ridwan di Kampung Tangah, Kelurahan Gunung Sarik. Di Kecamatan Koto Tangah, lokasi pengungsian juga berada di Masjid Al Hijrah dan Masjid Adam.
Berdasarkan laporan penanganan bencana per Rabu, 14 Oktober 2026, pukul 07.45 WIB, tercatat 743 jiwa terdampak banjir. Sebagian besar warga yang sempat mengungsi telah kembali ke rumah setelah air surut. Namun, kerusakan material dilaporkan cukup signifikan, dengan 120 rumah terendam, satu rumah rusak berat, dan empat rumah rusak sedang. Juga, tanggul Sungai Lapau Munggu jebol dan akses jalan sepanjang sekitar 100 meter terputus di kawasan PDAM Guo, Kecamatan Kuranji.
Hingga pembaruan terakhir, air telah surut, tetapi lumpur dan material sisa banjir masih menutupi kawasan terdampak. Penanganan para korban dilakukan bersama unsur terkait melalui asesmen, pendataan kebutuhan, evakuasi, serta pendistribusian bantuan, di mana tim gabungan memprioritaskan kelompok rentan untuk dipindahkan ke lokasi yang lebih aman.














