Media Kampung – Polri mengungkap kronologi penggagalan penyelundupan 1,16 ton narkoba jenis Ketamine HCL melalui kapal tanker MT Global 168 di Perairan Selat Malaka. Kapal berbendera Malaysia itu diamankan dalam operasi gabungan setelah terpantau bergerak secara anomali dan diduga mematikan alat pelacak AIS agar tidak terdeteksi aparat.
Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto mengatakan pengungkapan kasus ini bermula dari pemantauan intelijen terhadap pergerakan kapal tersebut di Selat Malaka. Pernyataan itu disampaikan Suyudi dalam konferensi pers di Terminal Penumpang Bandar Deli Belawan, Medan, Jumat (23/10/2026).
Menurut Suyudi, tim analisis dari BNN dan Bea Cukai telah memantau MT Global 168 sejak Agustus 2026. Ia menyebut pengawasan itu berlangsung cukup lama karena sinyal AIS kapal dimatikan oleh para pelaku. Suyudi juga menyinggung bahwa identitas kapal terungkap setelah petugas menemukan dokumen docking di atas kapal yang sebelumnya ditangkap, yakni Fuchangxing 1, yang membawa 800 kilogram Ketamine HCL pada Rabu (29) lalu.
Dalam penjelasannya, MT Global 168 disebut berangkat dari area docking di Johor, Malaysia, menuju Perairan Andaman, Thailand, pada September 2026. Kapal itu kemudian mengisi air dan bahan bakar di Port Klang, Malaysia, sebelum melanjutkan perjalanan ke Laut Andaman untuk melakukan pemindahan muatan atau ship to ship (STS).
Berikut rangkaian pergerakan kapal yang dipaparkan Suyudi:
- Rabu, 14 Oktober 2026: sekitar pukul 12.31 WIB hingga 13.25 WIB, kapal terpantau melintas di Selat Malaka bagian tengah ke arah barat laut dengan kecepatan sekitar 5,5 sampai 6 knot.
- Kamis, 15 Oktober 2026: sekitar pukul 02.26 WIB, kapal terdeteksi melintas di Selat Malaka. Pada pukul 10.32 WIB, kapal mengalami penurunan kecepatan sementara, lalu pukul 10.57 WIB kembali melanjutkan pelayaran menuju Selat Malaka bagian utara atau perairan terbuka.
- Masih pada Kamis, 15 Oktober 2026: sekitar pukul 22.28 WIB sampai 23.55 WIB, kapal berlayar di perairan lepas pantai utara Aceh atau Langsa dengan kecepatan stabil 5 sampai 5,5 knot.
- Jumat, 16 Oktober 2025: sekitar pukul 00.57 WIB hingga 04.50 WIB, kapal berlayar dengan kecepatan sekitar 4,9 knot di perairan utara. Sekitar pukul 05.37 WIB, kapal tiba di perairan terbuka barat Thailand.
Setelah rangkaian pemantauan itu, kapal tanker MT Global 168 akhirnya ditangkap karena membawa 1,16 ton Ketamine HCL di Perairan Selat Malaka. Suyudi menyebut modus para penyelundup kerap dilakukan dengan mematikan AIS ketika kapal sedang dalam pengawasan.
Hingga kini, sumber yang tersedia belum memuat keterangan lanjutan soal pihak yang ditetapkan sebagai tersangka maupun proses hukum berikutnya.













