Media Kampung – Pangeran Harry mengungkapkan bahwa ia masih memikirkan mendiang ibunya, Putri Diana, “hampir setiap hari.” Dalam wawancara terbaru bersama GQ, Duke of Sussex ini mengenang percakapan terakhir mereka sebelum Diana meninggal dalam kecelakaan mobil pada 1997.

Sebelum meninggal dunia, Putri Diana sempat menelepon Pangeran Harry dan Pangeran William yang saat itu berada di Kastel Balmoral, kediaman pribadi Ratu Elizabeth II. Percakapan tersebut berlangsung singkat karena kedua pangeran ingin kembali bermain bersama sepupu mereka. Tanpa disadari, itu menjadi kali terakhir mereka mendengar suara sang ibu.

“Andai aku tahu itu adalah percakapan terakhir kami, betapa berbedanya percakapan itu,” ungkap Harry kepada GQ. Ia menyesali bahwa saat berusia 12 tahun, yang diinginkannya hanyalah pergi bermain, bukan menyadari pentingnya momen tersebut.

Pangeran Harry baru-baru ini pindah kembali ke Inggris bersama keluarganya. Ia juga mengungkapkan bahwa dirinya masih merasakan hubungan spiritual dengan mendiang ibunya. Harry mengaku terkadang mengajukan pertanyaan kepada Putri Diana dan merasa mendapatkan respons, serta merasakan kehadiran dan energi Diana pada momen-momen tertentu dalam hidupnya.

Dalam sesi MasterClass bertajuk “Redefining Grief: Building Resilience Through Loss” bersama Dr. Mary-Frances O’Connor, Harry mengenang proses berduka setelah kehilangan ibunya. Ia menyatakan bahwa selama 15 hingga 20 tahun, dirinya terbiasa menjawab “I’m fine” ketika ditanya tentang kondisinya. Namun, di balik jawaban tersebut, Harry mengaku mengalami mati rasa emosional dan menutup diri dari perasaannya, sementara adrenalin terus mendorongnya untuk bertahan.