Media Kampung – Persija Jakarta resmi dijatuhi denda sebesar Rp90 juta dan sanksi larangan kehadiran suporter pada laga tandang selama setengah musim. Hukuman ini diterapkan setelah terjadinya kericuhan antar suporter pada pertandingan melawan Persita Tangerang di Banten International Stadium (BIS) pada tanggal 17 Oktober 2026.

Dalam laga yang berakhir dramatis dengan skor 3-2 untuk kemenangan Persita, insiden kericuhan terjadi pada jeda babak akibat provokasi dari pihak tidak dikenal. Komisi Disiplin PSSI kemudian memberikan sanksi kepada kedua tim, termasuk denda dan larangan bagi suporter.

Denda dan Sanksi untuk Persija

Menurut Direktur Utama I.League, Ferry Paulus, sanksi untuk Persija termasuk larangan suporter datang ke pertandingan tandang selama setengah musim. “Dan khusus Persija, ini (suporter) dilarang untuk datang ke pertandingan tandang selama setengah musim. Khusus di Super League,” jelasnya dalam konferensi pers di Jakarta.

Selain larangan ini, Persija juga dikenakan denda total sebesar Rp90 juta, yang terdiri dari denda Rp30 juta terkait kericuhan dan denda tambahan Rp60 juta akibat pelanggaran penyalaan petasan dan pelemparan flare oleh suporter.

Pelanggaran oleh Persita

Tak hanya Persija, tim tuan rumah, Persita, juga mendapatkan sanksi dari Komdis PSSI. Persita dikenakan denda sebesar Rp40 juta karena gagal menjaga ketertiban selama pertandingan. Berbeda dengan Persija yang dilarang suporter untuk setengah musim, Persita hanya dilarang suporter saat menghadapi Persija pada putaran kedua.

Insiden ini menunjukkan pentingnya menjaga keamanan dan ketertiban dalam setiap pertandingan. Dengan sanksi yang diberikan, diharapkan kedua tim dapat lebih memperhatikan aspek ini di masa mendatang.