Media Kampung – Bank Indonesia (BI) memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada tahun 2026 akan berada dalam kisaran 4,9 hingga 5,7 persen. Proyeksi ini disampaikan dalam konferensi pers hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) yang berlangsung di Gedung Thamrin, Jakarta Pusat, pada 21 Oktober 2026.

Penguatan Ekonomi Nasional

Gubernur BI, Destry Damayanti, menekankan pentingnya penguatan Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) untuk menopang ketahanan ekonomi nasional dari gejolak pasar global. Dalam konteks ini, neraca perdagangan Indonesia mencatat surplus USD 3,55 miliar pada Agustus 2026, sebuah lonjakan signifikan dari posisi bulan sebelumnya yang hanya USD 120 juta.

Investasi Portofolio dan Stabilitas Rupiah

Walaupun arus investasi portofolio asing mengalami tekanan, BI mencatat bahwa pada kuartal III 2026 terjadi arus modal keluar bersih sebesar USD 80 juta. Namun, aliran modal masuk ke instrumen Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) dan Surat Berharga Negara (SBN) berhasil mendorong net inflow investasi portofolio sebesar USD 0,66 miliar hingga 19 Oktober 2026.

Cadangan Devisa dan Defisit Transaksi Berjalan

Posisi cadangan devisa Indonesia pada akhir September 2026 tercatat sebesar USD 146,3 miliar, setara dengan pembiayaan 5,3 bulan impor. Ke depan, BI memproyeksikan transaksi berjalan pada 2026 berada dalam rentang defisit 1,6 hingga 2,4 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB).

Stabilisasi Nilai Tukar Rupiah

Dalam upaya menahan pelemahan nilai tukar rupiah yang mencapai Rp 17.985 per dolar AS pada 20 Oktober 2026, BI berkomitmen untuk mengoptimalkan bauran instrumen moneter. Destry menjelaskan, “Perkembangan nilai tukar dipengaruhi oleh eskalasi ketegangan geopolitik serta arah kebijakan moneter AS yang mengetat.”
Sejak diterapkan pada Juni 2026, kebijakan insentif biaya lindung nilai berhasil menarik aliran modal asing sebesar USD 9,9 miliar.

Outlook Ekonomi ke Depan

BI optimis bahwa nilai tukar rupiah akan tetap stabil didukung oleh imbal hasil aset rupiah yang menarik dan inflasi yang terkendali. Dengan prospek pertumbuhan ekonomi domestik yang baik, BI berharap dapat menjaga stabilitas ekonomi Indonesia ke depan.