Media Kampung – Direktur Utama PT ASDP Indonesia Ferry (Persero), Heru Widodo, mengonfirmasi bahwa tiga penumpang KMP Batumandi yang mengalami kebakaran di perairan Merak masih mendapatkan perawatan intensif di rumah sakit. Menurut Heru, semua penumpang yang terdaftar dalam manifes telah kembali ke rumah masing-masing, kecuali tiga orang yang membutuhkan perhatian medis lebih lanjut akibat cedera seperti terkilir dan dugaan patah tulang.
“Kami memastikan seluruh pasien mendapat perawatan medis terbaik hingga pulih,” kata Heru saat memberikan keterangan di Pelabuhan Merak pada Rabu, 21 Oktober 2026.
Selain itu, sebelas penumpang yang sebelumnya menjalani pemeriksaan medis di rumah sakit dan puskesmas telah diperbolehkan pulang, dan diantar menggunakan kendaraan yang disediakan oleh ASDP. Proses pendataan terhadap seluruh penumpang dan barang yang terlibat dalam insiden tersebut juga telah rampung.
Heru menjelaskan, pihaknya kini sedang mengurus administrasi terkait biaya ganti rugi. “Pendataan sudah beres, tinggal beberapa terkait dengan biaya ganti rugi. Beberapa masyarakat belum menyampaikan datanya, termasuk data barang pribadi yang belum dilaporkan kepada pihak Jasa Raharja,” tuturnya.
Dia menambahkan, semua kerugian, sekecil apa pun, akan diganti. Kemarin terdapat koper berisi baju dan laptop yang juga telah didata. “Kami pastikan semua akan kami ganti bersama Jasa Raharja,” ujarnya.
Heru juga menyampaikan apresiasi kepada semua pihak yang terlibat dalam proses evakuasi penumpang KMP Batumandi, termasuk TNI, Polri, Basarnas, dan masyarakat nelayan sekitar Pelabuhan Merak yang membantu dengan cepat.
Kebakaran di atas KMP Batumandi terjadi saat kapal sedang bersandar di Dermaga VI Pelabuhan Merak, Cilegon, pada Selasa, 20 Oktober 2026, sekitar pukul 14.52 WIB. Sebanyak 420 penumpang dan 40 kru kapal berhasil dievakuasi dengan selamat, di mana berdasarkan manifes, kapal membawa 393 penumpang dalam kendaraan dan 27 penumpang pejalan kaki, serta mengangkut 89 kendaraan.











