Media Kampung – Polda Metro Jaya mengumumkan akan melakukan rekayasa lalu lintas di sekitar Monas dan gedung DPR RI pada Selasa, 20 Oktober 2026. Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi kepadatan kendaraan yang mungkin terjadi di tengah aksi demontrasi memperingati dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.

Rekayasa lalu lintas tersebut akan diterapkan secara situasional, sesuai dengan kondisi di lapangan. Beberapa ruas jalan yang berpotensi terdampak kepadatan meliputi kawasan Monas, Jalan Sudirman-Thamrin, serta sekitar Gedung DPR/MPR RI. Informasi ini disampaikan melalui akun Instagram resmi Polda Metro Jaya pada Senin, 19 Oktober 2026.

Imbauan untuk Masyarakat

Polda Metro Jaya juga mengimbau masyarakat untuk mengantisipasi kepadatan dan rekayasa lalu lintas di kawasan tersebut. Pengaturan lalu lintas direncanakan akan dimulai pukul 10.00 WIB hingga selesai. Masyarakat diharapkan menyesuaikan waktu dan rute perjalanan, serta menghindari kawasan tersebut jika tidak memiliki kepentingan.

Aksi Mahasiswa

Sejumlah elemen mahasiswa yang tergabung dalam Komite Sadar (Selamatkan Daulat Rakyat) juga berencana menggelar aksi untuk menyuarakan berbagai isu, termasuk ekonomi, kebebasan berpendapat, korupsi, dan kerusakan lingkungan. Rangkaian aksi dijadwalkan berlangsung di dua lokasi, dengan aksi simbolik di Tugu Proklamasi pada pukul 09.00 WIB dan aksi massa di kawasan Tugu Tani pada pukul 15.00 WIB.

Gerakan ini melibatkan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi, serta menyoroti hasil survei yang menunjukkan bahwa 78,8 persen responden menilai pemerintahan Prabowo-Gibran beserta kabinetnya telah gagal dalam mengatasi berbagai persoalan, termasuk harga kebutuhan pokok dan kebebasan berpendapat.