Media Kampung – Demonstrasi yang berlangsung pada Sabtu, 17 Oktober 2026, di Prancis berujung pada kerusuhan dan penjarahan di berbagai kota. Para pengunjuk rasa mengekspresikan kemarahan mereka terhadap tingginya biaya hidup, yang telah menjadi masalah serius bagi masyarakat.

Kerusuhan di Paris

Di Paris, para demonstran merusak dan memecahkan kaca jendela sejumlah toko, termasuk gerai produk perawatan kulit dan Apple Store. Serangan tersebut terjadi di dekat Place de la République, di mana penjarah melemparkan barang-barang ke arah kerumunan. Selain itu, monumen utama di kawasan tersebut dipenuhi dengan coretan grafiti, dan beberapa bangunan, termasuk sebuah bar, dilaporkan terbakar.

Penjarahan di kota-kota lain

Di Marseille, kota terbesar kedua di Prancis, puluhan toko mengalami kerusakan. Merek-merek mewah seperti Hermès menjadi sasaran, bersama dengan toko perhiasan dan supermarket. Di Lille, Wali Kota Arnaud Deslandes melaporkan bahwa penjarah secara khusus membobol Apple Store di pusat kota. Sementara itu, di Nice, sejumlah gerai pakaian olahraga dan dealer sepeda motor juga dirusak.

Penyebab dan Latar Belakang

Kericuhan ini tampaknya dipicu oleh meningkatnya tekanan ekonomi, di mana daya beli masyarakat Prancis terus menurun sejak 2024. Lonjakan harga bahan bakar akibat ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran juga memperburuk keadaan. Situasi ini datang menjelang pemilihan umum yang dijadwalkan tahun depan, di mana Presiden Emmanuel Macron akan digantikan.

Kemarahan publik juga dipicu oleh dugaan tindakan brutal polisi dalam menangani demonstrasi, yang melibatkan pelajar sekolah menengah. Dalam beberapa pekan terakhir, ketegangan antara pengunjuk rasa dan aparat keamanan semakin meningkat, menciptakan atmosfer yang sangat tegang di seluruh negeri.