Media Kampung – Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), Sumatera Selatan, menggelar pelatihan manajemen dakwah bagi pegiat Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) pada Minggu, 18 Oktober 2026. Kegiatan ini berlangsung di Aula Panti Asuhan An-Nur Muhammadiyah, di Jalan Prof Hamka, Kelurahan Sukaraya, Kecamatan Baturaja Timur, Kabupaten OKU.

Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman peserta mengenai ideologi, strategi dakwah, serta pengelolaan AUM, khususnya dalam bidang pendidikan. Ketua PDM OKU, Prof. Dr. Ir. H. Gribaldi, M.Si., dalam sambutannya berharap seluruh peserta mengikuti pelatihan dengan serius agar dapat menyerap materi yang disampaikan oleh para narasumber. “Ilmu bukan hanya didapat saat sekolah. Pelatihan seperti ini juga sangat berguna bagi kita, khususnya para pegiat Amal Usaha Muhammadiyah,” ujarnya.

Peserta pelatihan terdiri dari kepala sekolah dan guru di lingkungan pendidikan Muhammadiyah se-Kabupaten OKU, mulai dari taman kanak-kanak (TK), sekolah dasar (SD), madrasah ibtidaiyah (MI), SMP/MTs, hingga SMA dan SMK. Melalui kegiatan ini, diharapkan para peserta semakin memahami konsep AUM serta mampu menerapkan nilai-nilai dakwah Muhammadiyah dalam penyelenggaraan pendidikan.

Sebanyak 60 peserta mengikuti pelatihan yang dibuka langsung oleh Ketua PDM OKU bersama Ketua Pimpinan Daerah Aisyiyah (PDA) OKU. Pembukaan kegiatan ditandai dengan pemasangan tanda peserta dan dihadiri oleh anggota PDM, PDA, serta tamu undangan lainnya.

Dalam pelatihan tersebut, panitia menghadirkan empat narasumber dengan materi yang berbeda. H. Risdianto menyampaikan materi peneguhan ideologi Muhammadiyah bagi pendidik. Selanjutnya, H. Karim membawakan materi tentang dakwah di AUM bidang pendidikan. Sugeng Wibowo menyampaikan materi dakwah digital Muhammadiyah, dan Yudi Priyo Pramono, SE, M.Si., membahas manajemen Amal Usaha Muhammadiyah.

Melalui pelatihan ini, PDM OKU berharap para kepala sekolah dan guru Muhammadiyah dapat meningkatkan kapasitas dalam mengelola lembaga pendidikan sekaligus memperkuat peran dakwah di lingkungan masing-masing.