Media Kampung – Aksi tawuran antarwarga terjadi di depan Stasiun Manggarai, Jakarta Selatan, pada Minggu (18/10/2026). Tawuran ini berlangsung dalam tiga gelombang, dimulai dari dini hari, kemudian pagi, dan kembali pecah pada malam hari. Akibat dari bentrokan ini, sejumlah gerobak terbakar dan lapak pedagang mengalami kerusakan.

Salah seorang warga yang menyaksikan kejadian, Andhika, menjelaskan bahwa tawuran melibatkan warga sekitar dan kelompok yang disebut sebagai warga Tuyul. Menurutnya, perselisihan tersebut berawal dari ejekan yang terjadi di antara kedua kelompok. “Perseteruannya karena ledekan-ledekan awalnya. Awalnya yang anak Tuyul itu mabuk katanya. Terus ya gitulah, namanya orang mabuk, jadi mungkin sensi sama warga sini, akhirnya terjadilah tawuran,” ujarnya.

Warga melaporkan kejadian ini ke Polsek Tebet sekitar pukul 10.10 WIB, dan polisi tiba di lokasi beberapa menit kemudian untuk melerai bentrokan. Situasi sempat kondusif sekitar pukul 10.50 WIB, namun bentrokan kembali terjadi pada sore hari sekitar pukul 17.30 WIB, diduga karena masih adanya dendam di antara kedua kelompok.

Kerusakan yang Dirasakan

Selama bentrokan berlangsung, Andhika mengungkapkan bahwa sejumlah barang milik pedagang menjadi sasaran. “Ada gerobak bensin eceran yang dihancurkan, lapak tukang pisang tanduk juga ikut dirusak, dan beberapa sepeda motor yang dilempari batu,” tambahnya. Kerusakan akibat tawuran ini menunjukkan dampak negatif yang dialami oleh pedagang di sekitar Stasiun Manggarai.

Situasi di lokasi kejadian kini telah mulai kondusif setelah polisi berjaga dan menggelar pertemuan dengan pengurus RT dan RW setempat, namun kerugian bagi para pedagang dan kerugian material lainnya menjadi perhatian serius bagi masyarakat.