Media Kampung, Jawa Timur – Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul mengumumkan bahwa bantuan sosial (bansos) Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT) kini dapat diambil di Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih (KDKMP). Pernyataan ini disampaikan Gus Ipul saat mendampingi Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan meninjau operasional KDKMP di Desa Tambakrejo, Kecamatan Waru, Kabupaten Sidoarjo, pada Kamis (16 Oktober 2026).

“Tadi uji coba juga penyaluran bansos, baik itu PKH maupun Bantuan Pangan Non-Tunai sudah bisa diambil di Kopdes. Yang sudah operasional, perangkatnya sudah lengkap, kita bisa operasikan atau bisa salurkan di Kopdes,” kata Gus Ipul di lokasi.

Gus Ipul menjelaskan bahwa mekanisme penyaluran bansos dilakukan melalui beberapa bank penyalur dari Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) yang agennya dibawa langsung ke KDKMP. “Karena bank penyalur nanti akan buka gerai di Koperasi Desa. Jadi tentu ini lebih dekat layanannya kepada penerima manfaat. Yang kedua, bisa langsung membelanjakan untuk berbagai kebutuhan pokok yang ada di koperasi,” imbuhnya.

Lebih lanjut, Gus Ipul menegaskan bahwa penerima manfaat baik PKH maupun sembako akan otomatis menjadi anggota KDKMP. Ia memastikan bahwa penyaluran bansos di KDKMP tidak ada biaya tambahan dan bebas dari potongan. “Secara bertahap, ini sudah mulai uji coba di beberapa titik, nanti semuanya akan lewat sana (Kopdes), itu sesuai arahan Presiden. Tidak ada, tidak dipotong serupiah pun,” tegasnya.

Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan atau Zulhas menyampaikan bahwa peninjauan KDKMP secara serentak dilakukan selama delapan hari, atas arahan Presiden Prabowo Subianto. “Sebanyak 10.070 (koperasi) akan dicek, ditinjau, tentu saya menyampaikan, tidak semua bagus. Bukan berarti kalau sudah hari ini, bagus semua, ada waktu dan proses, karena ini pekerjaan besar,” kata Zulhas.

Zulhas menambahkan bahwa meskipun masih terdapat kekurangan-kekurangan dalam pelaksanaannya, KDKMP memulai sesuatu yang baru agar perekonomian desa bisa tumbuh dari desa itu sendiri. “Jadi ini milik desa, dikelola oleh kepala desa dan ketua operasi, dibantu manajer untuk mengelola ini ya. Untuk melayani seluruhnya barang-barang yang subsidi, bantuan dan subsidi,” ujarnya.