Media Kampung, Kediri – Institut Teknologi Al-Mahrusiyah (ITAMA) menggelar wisuda perdana pada Selasa, 13 Oktober 2026. Sebanyak 23 wisudawan angkatan pertama dikukuhkan dalam momen bersejarah tersebut.

ITAMA juga menjalin kerja sama strategis dengan Universitas Airlangga (UNAIR) sebagai mitra dalam perbaikan tata kelola institusi. Wisuda perdana Institut Teknologi Al-Mahrusiyah ini juga dihadiri oleh Wakil Wali Kota Kediri, Gus Qowim, serta para tokoh masyarakat, ulama, dan keluarga wisudawan.

Wakil Rektor sekaligus Ketua Panitia Wisuda, Muhammad Fajrudin Fatwa, menjelaskan, pemilihan Unair didasarkan pada keselarasan rumpun keilmuan dan sama-sama berada di bawah naungan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi. “Prodi yang kami miliki selaras dengan Unair, Kami ingin belajar tata kelola, tata pamong, hingga sistem akuntansi yang baik agar ITAMA kelak mampu berkolaborasi dengan perguruan tinggi di tingkat dunia,” ujar Fajrudin.

ITAMA merupakan perguruan tinggi berbasis pesantren di Kota Kediri dan diklaim sebagai satu-satunya kampus teknik berafiliasi paham Ahlussunnah wal Jamaah di wilayah tersebut. Kampus ini memiliki enam program studi Hukum Bisnis, Manajemen Ritel, Pendidikan Teknologi Informasi, Sistem Informasi, Informatika, dan Teknik Sipil.

Pada wisuda perdana ini, tiga prodi yang meluluskan mahasiswanya adalah Teknik Sipil, Sistem Informasi, dan Informatika, dengan total 23 lulusan dari 25 mahasiswa awal angkatan pertama. Wisuda perdana ini mengangkat tema “Good Governance dan Technopreneurship Pengembangan Perguruan Tinggi Berbasis Pesantren”.

Rektor ITAMA, Dr. KH. Melvin Zainul Asyiqien, memberikan apresiasi mendalam kepada para wisudawan angkatan pertama yang berani melangkah bersama kampus yang baru saja berdiri pada 2021-2022 lalu. “Kalian semua adalah orang-orang luar biasa. Kalian berani mengambil risiko menjadi mahasiswa pertama di sini. Keyakinan kalian adalah awal mula pertumbuhan lembaga ini,” tegasnya.

Dia mengingatkan, kelulusan ini bukan berarti berhenti belajar. Ijazah hanyalah bukti pernah menempuh pendidikan, bukan penutup pintu ilmu. “Jangan berhenti mencari ilmu. Ilmu yang kalian dapat jangan sekadar hiasan atau kebanggaan semata, tetapi harus bermanfaat bagi masyarakat. Sebagaimana ungkapan Khairunnas anfa uhum linnas, sebaik-baiknya manusia adalah yang paling bermanfaat bagi orang lain,” pesannya.

Pesan yang juga ditekankan adalah agar para wisudawan senantiasa menjaga jati diri sebagai santri ke mana pun mereka melangkah. “Seperti ikan di lautan, tetaplah menjadi dirimu sendiri. Seperti lautan yang tidak berubah meski banyak air sungai mengalir masuk, teguhlah pada identitas dan prinsip kalian sebagai santri di mana pun kalian berkarya,” pungkasnya.