Media Kampung – Dalam pernyataannya baru-baru ini, Presiden Joko Widodo (Jokowi) tidak menunjukkan ketegasan dalam mendukung Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka untuk maju dalam pemilihan presiden dua periode mendatang. Menanggapi hal ini, Muhammad Khozin, legislator dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dan anggota Komisi II DPR, menyatakan bahwa sikap Jokowi bersifat subjektif dan tidak dapat disimpulkan secara tegas.
“Kalau itu kan anu ya, subjektivitas penilaianlah ya. Kita enggak bisa kemudian, Oh ini tegas, oh ini tidak tegas. Silakan saja media menyikapi itu,” ungkap Khozin saat berada di Kantor DPP PKB, Jakarta Pusat, pada 12 Oktober 2026.
Khozin menekankan bahwa bagi PKB, yang lebih penting saat ini adalah memastikan pemerintahan Prabowo dan Gibran berjalan sukses hingga 2029. “Tapi yang jelas bagi PKB, sampai dengan 2029 pemerintahan Prabowo-Gibran ini harus berjalan secara sukses, berjalan sesuai dengan apa yang sudah dikomitmenkan melalui janji politik dan asta citanya,” katanya.
Dalam konferensi pers yang sama, Khozin juga membahas wacana pembentukan panitia khusus (pansus) terkait putusan Mahkamah Konstitusi (MK) mengenai status pendidikan Gibran. Ia menegaskan bahwa pembentukan pansus dimungkinkan secara regulasi, meskipun belum ada kepastian akan dibentuk atau tidak.
“Kalau tanya apakah memungkinkan untuk dibentuk pansus, secara regulasi kan sudah disampaikan oleh MK, memungkinkan. Tapi apakah jalan itu diambil, Nah ini tinggal tunggu, time will tell lah, waktu yang akan menjawab,” tambahnya.
Sebelumnya, Jokowi beberapa kali menyatakan dukungannya terhadap Prabowo dan Gibran untuk maju bersama dalam Pilpres 2029. Namun, saat ditanya kembali mengenai dukungan tersebut, Jokowi menjawab singkat, “Pemilu masih jauh,” di kediamannya.














