Media Kampung – PT Tiran Nusantara Grup dan Conch Investment Holdings (Hong Kong) Ltd. menandatangani kerja sama investasi tahap awal senilai Rp 10 triliun di sektor industri manufaktur dan energi hijau pada 9 Oktober 2026 di Anhui, Tiongkok. Penandatanganan dilakukan oleh Direktur Operasional Tiran Nusantara Grup, Andi Karyadi, dan Direktur Conch, Li Xin, disaksikan oleh Presiden Komisaris Tiran Nusantara Grup, Andi Amar Marx Sulaiman.

Ruang lingkup kerja sama mencakup pembangunan pabrik bahan anoda baterai litium, pabrik kemasan plastik, pembangkit listrik tenaga bayu (PLTB), dan pembangkit listrik tenaga sampah (PLTSa). Conch, sebagai salah satu perusahaan terbesar di Tiongkok, telah melakukan diversifikasi usaha ke industri energi baru, pengolahan limbah, serta material industri dan konstruksi berteknologi tinggi.

Conch bukanlah pemain baru di Indonesia, dengan investasi yang telah mencapai Rp30 triliun. Kerja sama ini menjadi kelanjutan komitmen jangka panjang Conch di Indonesia. “Kerja sama ini menegaskan kepercayaan mitra internasional terhadap iklim investasi Indonesia dan kapasitas industri nasional. Kami berkomitmen membangun industri hilir yang mampu menyerap tenaga kerja 5.000 orang dan memperkuat kemandirian ekonomi,” ujar Rezki Mulyadi, Humas PT Tiran Nusantara Grup.

Dalam kemitraan ini, struktur kepemilikan disusun sesuai karakter masing-masing proyek. Pada beberapa usaha patungan, Tiran Nusantara Grup memegang porsi kepemilikan 49% dan Conch 51%, sementara pada usaha patungan lainnya, komposisinya dibalik, yaitu Tiran Nusantara Grup 51% dan Conch 49%.

Tiran Nusantara Grup didirikan oleh Andi Amran Sulaiman, yang dikenal sebagai sosok aktif dalam kegiatan sosial, termasuk menyuplai beasiswa dan bantuan kemanusiaan. Usaha ini bermula dari penelitian Amran mengenai pengendalian hama, yang mengantarkannya pada inovasi produk di bidang pertanian. Sejak 2007, Tiran Nusantara Grup telah berinvestasi di sektor-sektor seperti pertambangan, energi, perdagangan, dan logistik.

Kerja sama investasi ini diharapkan dapat mempercepat transformasi industri nasional menuju energi bersih, pengelolaan limbah, dan hilirisasi sumber daya alam.