Media Kampung, Pekanbaru – Kota Pekanbaru, Riau, saat ini diselimuti kabut asap yang diakibatkan oleh kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Kondisi ini telah menyebabkan jarak pandang warga, terutama bagi pengendara di jalan raya, menjadi terbatas.

Asap pekat terlihat menutupi sejumlah kawasan di Kota Pekanbaru, membuat suasana kota tampak berkabut. Gedung-gedung dan kawasan permukiman terlihat samar akibat tebalnya asap. Seorang warga bernama Tungkir mengaku merasakan langsung pekatnya kabut asap saat berangkat ke kantor. “Seperti biasa pergi ke kantor, melihat kondisi asap sudah sangat pekat, membuat jarak pandang terbatas, mata sudah pedih dibuatnya,” kata Tungkir kepada kumparan.

Untuk melihat kondisi Pekanbaru dari udara, Tungkir sempat mendokumentasikan situasi kota pada Rabu (11/10) lewat drone. Dari hasil pantauan tersebut, kabut asap terlihat menyelimuti hampir seluruh kawasan kota. Pemandangan dari udara memperlihatkan Kota Pekanbaru seperti tertutup lapisan asap.

Pada Minggu (11/10) pagi, kabut asap karhutla semakin parah di Kota Pekanbaru. Selain membatasi jarak pandang, kabut asap juga membuat udara terasa tidak nyaman untuk dihirup dan menyebabkan mata perih. Tungkir berharap pemerintah segera mengambil langkah untuk mengatasi kondisi tersebut. Menurutnya, kabut asap telah berlangsung lebih dari satu bulan. “Kalau kondisi seperti ini terus, bagaimana kita mau hidup sehat? Pemerintah jangan hanya diam, ini sudah hampir satu bulan lebih kondisi seperti ini,” pungkasnya.

Sebelumnya diberitakan, sejumlah pesawat gagal mendarat akibat jarak pandang yang terbatas pada Rabu (11/10) pagi. Executive General Manager Bandara Internasional Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru, Achmad, mengatakan salah satu pesawat Lion Air dengan nomor penerbangan JT 292 rute Jakarta-Pekanbaru melakukan return to base (RTB) atau kembali ke bandara asal. “JT 292 rute CGK-PKU mengalami RTB ke Bandara Soekarno-Hatta karena kondisi cuaca di Bandara Internasional Sultan Syarif Kasim II, khususnya jarak pandang yang berada pada angka 600 meter,” kata Achmad. Selain itu, pesawat Citilink dari Jakarta tujuan Pekanbaru juga batal mendarat, namun Citilink tidak melakukan RTB, melainkan mengalihkan penerbangannya ke Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau.