Media Kampung, Tuban – Kapal MV Khatulistiwa 8 dilaporkan tenggelam di perairan Kabupaten Tuban, Jawa Timur, pada Rabu, 7 Oktober 2026, malam. Kapal tersebut mengalami kebocoran yang diduga akibat bertabrakan dengan kapal tongkang di tengah laut.
Akibat peristiwa itu, satu orang Anak Buah Kapal (ABK) masih dalam pencarian, sedangkan nahkoda dan 16 ABK lainnya selamat. Korban yang masih dalam pencarian adalah Mualim I bernama Mayan Petter Saba.
Kasi Humas Polresta Tuban, Iptu Muhammad Ikhsan, saat dikonfirmasi, mengatakan bahwa peristiwa tenggelamnya kapal itu terjadi pada koordinat 06 33 460 S 112 59 291 E atau sekitar PHE perairan Tuban, Jawa Timur. Saat itu, sekitar pukul 17.30 WIB, Kapal Khatulistiwa 8 bertolak dari dermaga Terminal Khusus (Tersus) PT SIG Tuban menuju Sampit, Kalimantan Tengah.
Pada sekitar pukul 21.37 WIB, pihak agen pelayaran mendapat laporan dari kepala kamar mesin bahwa kapal telah mengalami tabrakan dengan kapal tongkang hingga menyebabkan kebocoran. Informasi tersebut kemudian diteruskan melalui VTS Surabaya dan siaran radio Marine Channel 16. Sekitar pukul 22.00 WIB, dilaporkan bahwa posisi kapal berada di sekitar perairan PHE Tuban.
Menindaklanjuti informasi tersebut, sekitar pukul 22.45 WIB, Syahbandar memerintahkan kapal TB Amazon dan TB Multi untuk membantu proses evakuasi Kapal MV Khatulistiwa 8. Upaya penyelamatan membuahkan hasil, sekitar pukul 23.07 WIB, nakhoda bersama 16 ABK lainnya berhasil dievakuasi menggunakan TB Amazon dan dibawa menuju Tersus SIG Tuban.
Namun, satu orang ABK bernama Mayan Petter Saba yang menjabat sebagai Mualim I belum ditemukan. “Untuk satu ABK yang belum ditemukan masih dilakukan pencarian. Identitasnya atas nama Mayan Petter Saba, jabatannya sebagai Mualim I,” imbuh Muhammad Ikhsan, Kamis, 8 Oktober 2026.
Sementara itu, 17 orang yang berhasil diselamatkan terdiri dari 15 laki-laki dan dua perempuan. Mereka saat ini telah dievakuasi dan beristirahat di Hotel Fortuna Asri, Desa Sugihwaras, Kecamatan Jenu, Kabupaten Tuban. Hingga saat ini, kerugian material akibat peristiwa tersebut masih belum diketahui. Petugas gabungan saat ini juga masih melakukan pencarian terhadap satu ABK yang belum ditemukan serta penanganan lebih lanjut terkait insiden tersebut.













