Media Kampung, Jakarta Selatan – Wakil Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Dradjad Hari Wibowo, merespons proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia dari Bank Dunia yang direvisi menjadi 5,2 persen pada 2026. Ia menekankan bahwa proyeksi tersebut tidak menjadi patokan untuk mencapai target pertumbuhan 6 persen pada tahun yang sama.

“Ya boleh lah World Bank membuat prediksi seperti itu, tapi waktu yang akan membuktikan. Kita lihat siapa yang benar nanti. (Perhitungan) udah ada, kita udah ada jalannya,” kata Dradjad saat ditemui di sela Investor Daily Summit 2026.

Dradjad menambahkan bahwa langkah-langkah perlu disiapkan untuk menjaga pertumbuhan di kuartal keempat tahun 2026. “Nah ini kita siapkan langkah-langkah untuk menjaga pertumbuhan di kuartal keempat tahun 2026. Kita akan lihat nanti, kalau bahasa Inggris orang bilangnya time will tell ya,” tuturnya.

Ia juga menegaskan bahwa upaya mendorong pertumbuhan tidak hanya mengandalkan stimulus. Menurutnya, stimulus merupakan salah satu langkah untuk membantu masyarakat ketika menghadapi tekanan ekonomi. “Yang kita dorong itu adalah supaya orang bisa bangkit di atas kaki sendiri. Jadi orang-orang yang tuan di rumah sendiri lah,” tambahnya.

Bank Dunia memproyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2026 sebesar 5,2 persen, menempatkan Indonesia di atas rata-rata kawasan Asia Timur dan Pasifik yang diproyeksikan tumbuh 4,5 persen. Proyeksi ini merupakan kenaikan 0,5 poin persentase dibandingkan perkiraan sebelumnya yang sebesar 4,7 persen dalam laporan edisi April 2026.

Sementara itu, pertumbuhan ekonomi kawasan EAP pada 2026 diproyeksikan sebesar 4,5 persen, naik 0,3 poin persentase dari proyeksi sebelumnya yang sebesar 4,2 persen.