Media Kampung, Yogyakarta – Donasi lebih dari Rp909 juta terkumpul secara real time melalui QRIS dalam kegiatan Malam Berbagi di Kota Yogyakarta, Selasa (6/10/2026) malam. Dana tersebut akan digunakan untuk membantu penanganan rumah tidak layak huni (RTLH) dan kebutuhan pendidikan warga.

Sebanyak 269 warga dari 45 kelurahan tercatat masuk dalam data pengajuan pentasyarufan. Dari jumlah tersebut, 75 orang mengajukan bantuan pendidikan, sedangkan sisanya berkaitan dengan perbaikan rumah.

Kegiatan yang digelar BAZNAS Kota Yogyakarta itu merupakan bagian dari rangkaian HUT ke-270 Kota Yogyakarta yang jatuh pada Rabu (7/10). Penggalangan dana melibatkan antara lain pengusaha dan aparatur sipil negara (ASN), dengan donasi dihimpun selama acara berlangsung.

Ketua BAZNAS Kota Yogyakarta Abdul Samik Ahmad mengatakan jumlah donasi yang terkumpul hingga malam tersebut mencapai lebih dari Rp909 juta. “Alhamdulillah malam ini kita bisa mengumpulkan donasi untuk bedah rumah dan lain-lainnya itu sebanyak 909 juta lebih,” kata Abdul kepada awak media.

52 RTLH Ditargetkan Ditangani

Salah satu penggunaan dana tersebut adalah penanganan RTLH. Abdul mengatakan BAZNAS menargetkan 52 rumah dapat diperbaiki hingga akhir tahun. “Kita sebenarnya target kita itu ada 52 rumah yang akan kita lakukan bedah rumahnya sampai akhir tahun ini. Nah, kalau melihat dari itu hampir 1 M (miliar), itu kan setidaknya bisa dapat 50 juga,” ujarnya.

Penanganan RTLH melalui BAZNAS menjadi bagian dari skema Pemerintah Kota Yogyakarta menggandeng pihak ketiga untuk membantu warga melalui pembiayaan di luar APBD maupun APBN. Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo mengatakan skema tersebut antara lain ditujukan bagi warga yang tidak dapat mengakses program perbaikan rumah menggunakan anggaran pemerintah karena terkendala persyaratan.

“Iya, banyak sekali ya warga masyarakat yang tidak bisa bergerak sama sekali untuk masalah rumahnya. Karena apa, pertama, dia mau dibantu pakai anggaran APBD-APBN, sertifikatnya tidak ada, syaratnya tidak terpenuhi,” kata Hasto.

Secara keseluruhan, Pemkot Yogyakarta menargetkan 200 rumah dapat ditangani melalui skema non-APBD dan non-APBN hingga akhir tahun. “Target saya sampai akhir tahun 200 rumah terselesaikan tanpa APBD, tanpa APBN,” ujarnya.

269 Warga Ajukan Bantuan

Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo, mengatakan terdapat 269 warga yang masuk dalam data pengajuan pentasyarufan. Data berdasarkan nama dan alamat itu berasal dari 45 kelurahan di Kota Yogyakarta. Dari jumlah tersebut, 75 pengajuan berkaitan dengan kebutuhan pendidikan, sedangkan sisanya untuk penanganan rumah.

“Total yang akan mengajukan pentasyarufan untuk malam hari ini tuh ada 269. Dari 269 itu yang 75 itu minta dana pendidikan, sisanya minta bedah rumah,” kata Hasto.