Media Kampung, Papua Nugini – International Monetary Fund (IMF) telah mencapai kesepakatan dengan Papua Nugini untuk mencairkan dana sebesar USD 189 juta, yang setara dengan Rp 3,38 triliun, guna mendukung reformasi ekonomi dan peningkatan manajemen risiko bencana. Pencairan dana ini akan dilakukan dalam dua tahap, dengan jumlah USD 82 juta (Rp 1,46 triliun) segera dan penambahan USD 107 juta (Rp 1,91 triliun) menyusul.
Kepala Misi IMF untuk Papua Nugini, Nir Klein, menyatakan bahwa negara tersebut berada di jalur yang tepat untuk mencapai target kinerjanya meskipun menghadapi tantangan ekonomi yang signifikan. Klein menyoroti kemajuan dalam mengintegrasikan pertimbangan iklim dalam pengelolaan investasi publik dan memperkuat insentif fiskal untuk perlindungan hutan.
Pertumbuhan ekonomi Papua Nugini diperkirakan melambat menjadi 3,1 persen pada tahun ini, turun dari proyeksi awal 3,8 persen. Inflasi juga diperkirakan mencapai 4,8 persen, sementara negara ini menghadapi dampak dari fenomena El Nino serta konflik di Timur Tengah yang mempengaruhi ekonomi lokal.
Pada bulan Maret lalu, IMF juga telah mencapai kesepakatan dengan Papua Nugini untuk memberikan akses terhadap dana sebesar USD 216 juta dalam konteks kemajuan reformasi ekonomi yang mencakup perbaikan anggaran dan persiapan menghadapi perubahan iklim.














