Media Kampung – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengungkapkan bahwa ia menghadapi protes setelah merilis kebijakan yang mengatur penggunaan anak usaha dan afiliasi dalam bidang jasa pertambangan mineral dan batu bara. Kebijakan ini tertuang dalam Keputusan Menteri ESDM Nomor 365.KMB.01MEM.B2026.

Dalam aturan tersebut, pemegang Izin Usaha Pertambangan (IUP) dan Izin Usaha Pertambangan Khusus (IUPK) dilarang melibatkan anak perusahaan dan afiliasi tanpa persetujuan dari Menteri ESDM. “Kemarin saya dikasih protes lagi ketika saya membuat Kepmen bahwa perusahaan untuk kontraktor itu kenapa harus dikasih kepada orang daerah. Memang kita ini pengusaha ini kadang-kadang lupa, gaya kita ini seperti jaring pukat harimau, dari ikan besar sampai ikan kecil kita mau ambil satu sekaligus,” ungkap Bahlil saat berbicara di Investor Daily Summit 2026.

Bahlil menyatakan bahwa kebijakan ini bertujuan untuk memberikan ruang yang lebih besar bagi pengusaha dan kontraktor daerah, mengingat selama ini konglomerasi cenderung menguasai IUP di daerah. “Jangan biarkan orang daerah menjadi penonton, jadikanlah orang daerah itu menjadi tuan di negeri mereka sendiri. Maka kemudian saya buat Kepmen, kontraktor-kontraktor daerah itu diberdayakan,” tegasnya.

Di sisi lain, Bahlil juga menghadapi protes terkait pemangkasan Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) batu bara untuk memulihkan harga yang anjlok selama dua tahun terakhir ini, serta menaikkan Harga Mineral Acuan (HMA) untuk meningkatkan pendapatan negara.

Ia menjelaskan bahwa Indonesia menyuplai hampir setengah dari total batu bara yang diperjualbelikan di dunia, yaitu 540 juta ton, namun tidak bisa mengendalikan harga global yang saat ini sudah mencapai di atas USD 140 per ton. Kebijakan ini diharapkan bisa menjaga keseimbangan supply and demand di pasar.

Bahlil menegaskan bahwa pemangkasan produksi dilakukan untuk memberikan keadilan, sehingga UMKM juga bisa mendapatkan kesempatan. “Kalau semuanya yang besar kita kasih, yang kecil kita tidak kasih, negara ini tidak hanya mengurus yang besar, negara ini mengurus yang besar dan yang kecil,” ujarnya.