Media Kampung – Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI) menyatakan pentingnya teknologi yang dapat meningkatkan keselamatan kendaraan, termasuk usulan kewajiban penyematan fitur Anti-lock Braking System (rem ABS) pada semua motor baru yang dijual di Indonesia mulai tahun depan.
Ketua Bidang Komersial AISI, Yosef Suparman, mengatakan bahwa asosiasi terus berupaya melakukan kampanye keselamatan dengan berbagai pihak, termasuk pemerintah, akademisi, dan kepolisian. “AISI itu intens koordinasi dengan pemerintahan, akademisi, kepolisian, dan pemangku kepentingan untuk merumuskan peningkatan keselamatan yang terukur dan efektif,” kata Yosef.
Yosef setuju bahwa rem ABS adalah teknologi yang penting untuk mendukung keselamatan berkendara. Namun, ia menekankan bahwa usulan tentang kewajiban rem ABS untuk semua motor baru perlu dikaji lebih dalam. “Keselamatan berkendara terkait dengan banyak faktor, bukan hanya teknologi tertentu seperti ABS,” ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa efektivitas teknologi terkait dengan karakter berkendara dan kondisi penggunaan kendaraan, seperti faktor lingkungan perkotaan dan kondisi jalan.
AISI juga mempertimbangkan aspek keterjangkauan produk di kalangan konsumen. “Jika teknologi tertentu diterapkan secara wajib, harga sepeda motor bisa naik, yang berdampak pada affordability konsumen,” ungkapnya.
Oleh karena itu, AISI belum memberikan dukungan penuh terhadap penerapan satu teknologi secara mutlak. Yosef menekankan bahwa pilihan jenis fitur keselamatan perlu disesuaikan dengan kebutuhan dan karakteristik konsumen.
AISI tetap menegaskan komitmen untuk meningkatkan keselamatan berkendara, namun pembahasan mengenai penerapan rem ABS harus dilakukan secara mendalam agar hasilnya dapat terukur dan efektif.














