Media Kampung – Manhauler menjadi salah satu kendaraan penting untuk menunjang mobilitas pekerja di area tambang yang memiliki medan berat dan menantang. Namun, membuat kendaraan ini tidak sekadar memasang kabin penumpang di atas sasis truk. Dibutuhkan perhitungan matang mulai dari konstruksi, kapasitas angkut, keselamatan, hingga kenyamanan agar manhauler mampu bekerja optimal di lingkungan tambang.
Kendaraan ini dirancang untuk mengangkut penumpang dalam jumlah cukup banyak sekaligus menghadapi kondisi medan yang berat. Berbeda dengan bus yang beroperasi di jalan umum, manhauler umumnya memiliki konstruksi yang disesuaikan dengan kebutuhan operasional di kawasan tambang. Sasis, suspensi, kabin, serta perlengkapan keselamatannya dirancang agar mampu menunjang aktivitas pengangkutan pekerja di lingkungan kerja dengan karakteristik medan yang menantang.
Proses Pembuatan Bodi Manhauler
Direktur Metalindo Teknik Utama (MTU) Karoseri, Syarifuddin Tangka mengungkapkan bahwa sebelum proses pembuatan manhauler, desain dari armada tersebut biasanya mengikuti kebutuhan dari konsumen termasuk jumlah kursi dan perlengkapan yang dibutuhkan. “Dalam sebuah Manhauler, umumnya bisa di isi 40 kursi ke atas menggunakan basic sasis Truck 10 roda dan di bawah 40 kursi jika menggunakan sasis truk yang menggunakan 6 roda,” kata Syarifuddin saat dihubungi beberapa waktu yang lalu.
Menurut Syarifuddin, dalam pemilihan sasis untuk dijadikan manhauler, tergantung dari kebutuhan konsumen itu sendiri, yang dibutuhkan berapa kursi sehingga bisa menentukan basic sasisnya, begitupun untuk tipe atau merek, konsumen yang sepenuhnya punya pilihan.
Kabin Manhauler
“Material yang digunakan untuk membuat bodi dari manhauler hampir sama dengan material yang digunakan untuk bus pada umumnya, hanya basic sasis yang beda, kalau bisa menggunakan basic bus berjalan di atas jalan raya, sedangkan Manhauler menggunakan basic truk yang beroperasi di daerah pertambangan atau site perusahaan,” ujarnya.
Lebih lanjut Syarifuddin mengungkapkan tahapan utama dalam membuat manhauler harus didahului dengan Surat Order Karoseri yang menjadi bahan Surat Perintah Kerja di Produksi. Tahapan pembuatan manhauler mulai dari persiapan Bill of Material dan Drawing gambar Kerja dari Engineering dan Penyiapan Material dari Purchasing dan Warehouse.
“Tahapan Produksi dimulai dari proses Sharing Bending dilanjutkan dengan Pembuatan Landasan dan bodi, setelah terbentuk dilanjutkan dengan proses pendempulan dan pewarnaan serta penyemprotan PU. Proses selanjutnya penyelesaian interior, pemasangan kaca dan kursi, AC serta penyelesaian eksteriornya. Untuk finalisasi dengan tes kebocoran dan final check sebelum diserahkan ke konsumen,” imbuhnya.














