Media Kampung, Jakarta – Kapten Timnas Thailand, Chanathip Songkrasin, menilai bahwa Timnas Indonesia telah mengalami banyak perubahan positif dalam beberapa tahun terakhir, terutama dengan kehadiran sejumlah pemain keturunan. Pandangannya tersebut disampaikan menjelang partai final FIFA ASEAN Cup 2026 yang akan mempertemukan Timnas Indonesia dengan Thailand di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, pada hari Senin (5/10).
Chanathip, yang terakhir kali berhadapan dengan Timnas Indonesia pada leg kedua final Piala AFF 2020 di Singapura, mengungkapkan bahwa saat itu, komposisi Timnas Indonesia hanya terdiri dari Elkan Baggott dan Ezra Walian sebagai pemain keturunan. Namun, dalam kurun waktu empat tahun, skuad Timnas Indonesia hampir sepenuhnya berubah dengan masuknya nama-nama seperti Justin Hubner (Fortuna Sittard), Emil Audero (Rayo Vallecano), Calvin Verdonk (Lille), Kevin Diks Bakarbessy (Borussia Monchengladbach), dan Ole Romeny (Fortuna Sittard) yang kini menjadi tulang punggung Tim Merah Putih.
Dalam sesi konferensi pers, Chanathip menyatakan, “Kurang lebih tiga atau empat tahun lalu kami terakhir menghadapi Indonesia di final. Jika ditanya apakah Indonesia banyak berubah, semua negara di ASEAN sekarang sudah berkembang sangat pesat. Para pemain juga berkembang. Sekarang Indonesia memiliki banyak pemain keturunan yang bermain di liga-liga dengan level yang tinggi. Tentunya mereka memiliki kekuatan fisik dan kemampuan teknik yang sangat baik.”
Chanathip juga menambahkan bahwa ia merasa senang bisa menghadapi Timnas Indonesia lagi setelah sekian lama. “Saya merasa senang, bahkan sangat senang, akhirnya bisa kembali menghadapi mereka setelah kami menunggu cukup lama untuk bertemu lagi,” ujarnya.
Pertemuan terakhir kedua tim terjadi pada babak grup Piala AFF 2022, di mana laga yang berlangsung di SUGBK itu berakhir imbang 1-1. Chanathip berharap pertandingan final ini akan menjadi momen yang menarik bagi kedua tim dan para penggemar sepak bola di ASEAN.














